Jinak Alah, ka Tangan Alun

Salah satu episode terberat dalam hidup adalah saat kau merasa ia bersamamu tapi belum jadi milikmu…

Orang Indonesia sering istilahkan dengan jinak-jinak merpati. Selalu mendekat, namun tak mau ditangkap, dan sedihnya juga tak mau disuruh pergi.

Orang Padang, istilahkan dengan ungkapan “jinak alah, ka tangan alun”. (saya kebingungan untuk menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia, saking dalam maknanya). Ia satu maksud dengan jinak-jinak merpati.

Selamat berakhir pekan, untuk semua yang sedang melakoni peran sebagai “tukang pikek” dan mendapati mangsa yang “jinak alah, ka tangan alun”.

Mungkin mustahil mengusir yang tak mau menjauh, sama mustahilnya dengan merangkul yang belum bisa bersatu…

Tapi bersabar, selalu bisa meniadakan yang mustahil… 😅

Koloni Benalu

image

Berita ini seolah-olah kembali menegaskan pada kita, bahwa pasangan/ jodoh kita adalah refleksi diri kita. Cerminan pribadi kita.

Kita ingin dapatkan bayangan yang bagus didalam cermin tentang diri kita? Tak perlulah merombak cermin, tak usah meretak kaca-kaca. Cukup perbaiki diri kita, dengan serta-mertapun cermin kan berikan bayangan yang bagus. Tak ada cara merobah bayangan pada cermin, kecuali merobah yang didepan cermin. Karena benar, cermin tak pernah berdusta.

Entah kenapa tentang jodoh, dikepala saya jabaran firman  tuhan tentang lelaki yang baik akan dapat wanita yang baik dan sebaliknya lelaki yang buruk akan dipasangkan dengan wanita yang buruk, tak nak hendak berubah bahkan sampai saat ini. Maka sejatinya, memperbaiki diri adalah bagian terpenting dari proses memperbaiki apa yang akan kita dapat. Karena pasangan/ jodoh kita, adalah refleksi diri kita.

Tak ada yang nyaman tumbuh disisi benalu, kecuali benalu juga…

Nb: Antara miris dak tak enak sebenarnya posting gambar ini, tapi untuk pelajaran bagi kita semua saya coba kesampingkan rasa miris dan tak enak ini…

Satu Anggapan Saja

Agama ini sontak akan mulai berhenti memberikan manfaat padamu hanya karena satu hal saja : SAAT KAU BERANGGAPAN BAHWA KAU TELAH CUKUP BAIK DALAM BERISLAM, SEHINGGA MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI BELAJAR. MESKI SEJENAK…

Tanpa sadar, setan memberikan pembenaran untuk menguatkan anggapanmu. Ia bisikkan dengan halus dan lembut dikupingmu: “Sudahlah, jangan terlalu serius dalam beragama ini. Bukankah kau sudah jauh lebih baik dari si fulan dan si fulan?” Kemudian kau iyakan? Beggghh, cukuplah sudah…

Kadang kau lupa, kau tak sedang berkompetisi dengan sifulan dan sifulan dalam perbaikan. Kau sedang berlomba dengan dirimu sendiri. Hari inimu lebih baik dari kemaren? Beruntunglah kau. Sama saja? Merugilah kau. Atau lebih buruk dari kemaren? Kau celaka…

Agama ini seperti samudera. Tak kan kau jumpai ujungnya, lantas apa alasanmu untuk berhenti memperbaiki diri?

#NtMS
Note to My Self. Bingkisan khusus untuk saya pribadi, dan tulisan ini sekaligus untuk menjumpai istriku dalam kata di Medan-medan Perjuangan…

Tips Bermain Games Puzzle 2048

Sekilas Tentang 2048

Games ini tidak terlalu ribet, tidak terlalu sulit. Dan juga Bukan games dengan interface yang “waw”, Yaa kaku. Tapi justru disanalah letak daya tariknya. Games ini ada yang versi PC nya juga, dan itu sudah lama ada. AKan tetapi touch screen membuat game yang dulunya tak banyak dilirik ini mendapat angin segar, mengingat cara bermain yang digeser-geser,. Namanya juga Puzzle 2048. Hhee. Untuk yang penasaran, bisa diunduh gamesnya di playstore Android. klik aja disini

Cara Bermain

Yaa,tidak ada yang sulit dari permainan games ini. Kita akan berhadapan HANYA dengan angka 2 dan perpangkatan 2, dan selanjutnya. dengan kotak 4×4, maka kita bisa menggabungkan angka yang sama dengan “tetanggaan” kotaknya. 2, sebagai angka dasar memulai permainan ini, kemudian bisa kita geser kekiri, kanan, atas atau bawah tetapi dengan syarat ia digabungkan dengan angka 2. Yang belajar perpangkatan, simpelnya begini. 2^1 digabung (kiri, kanan, atas, bawah) dengan 2^1 maka ia akan jadi 2^2 (4). Maka, selanjutnya tantangan kita adalah membuat angka 4 itu menjadi 8 dengan digabungkan dengan tetangganya. Begitulah seterusnya, hingga 16, 32, 64, 128, 256 dst sampai 2048 bahkan melewatinya. Meskipun nama gamesnya 2048, bukan berarti cuma bisa sampe 2048. Bisa terus dilanjut tuh.

Continue reading

Solusi Could not start the camera. Close other applications and try opening camera again pada Bb Onyx 9700

Pagi Semua. Setidak-mencintainya saya atas semua produk blekberi, tetap kadang-kadang ada pasien yang datang minta bantuan. Seringnya nolak, tapi kadang tak bisa nolak karena teman dekat, teman istri, temannya teman istri, pelanggan setia dll. Terpaksa akhirnya juga tetap dilayani, dibantu, tapi tetap dengan ikhlas kok.

Kemaren, ada yang datang minta bantuan, gara-gara bb onyx 9700 nya nggak bisa digunakan kameranya. Udah di wipe data dll, tetap gak mau. Di flash ulang pake segala cara juga gak bisa tuh. pernah ngalamin nggak? pas kita akses kameranya, muncul tulisan “Could not start the camera. Close other applications and try opening camera again”. Bersihin cache (maklum, bb kan penuh cache2 app). Tetap gak mempan tuh, di soft reset dll tetap gak bisa tuh, banyak yang bilang, solusinya di LEMBIRU lempar, beli baru. Kalau bawa ke BB center atau apalah namanya itu, disuruh ganti kameranya loooo. ganti baru, 800rb. 🙂

Continue reading

Tentang Photo Ini

BLOGER

Photo ini berkesan bagi saya. Dan barangkali berkesan juga bagi seseorang di seberang sana. Saya, memberikan photo ini kepadanya melalui guru ngaji saya dan diperantarai oleh guru ngajinya. Yaa, photo ini hanyalah sebagai perwakilan fisik yang kasat mata mewakili diri saya. Benar, karena kami belum pernah jumpa. Benar, karena kami tak pernah saling mengenal sebelumnya. Karena itu, mungkin diperlukan sebuah photo. Dan Saya tidak tahu apa reaksinya ketika melihat foto yang saya berikan. Hhee, yaa photo dengan kain sarung, bersama orang tua, berdiri didepan Rumah Gadang kami.

Akhirnya, Maksud dikirimkannya photo ini berlanjut. 9 Oktober saya “berkenalan” via telpon dengan didampingi guru ngaji saya, dan dia di Jogja juga dengan didampingi guru ngajinya. Yaaa, hanya bisa berkenalannya via telpon. Hari raya idul Adha, bertepatan tasyrik  pertama, kalau gak salah 16 Oktober kami sekeluarga berkunjung ke rumahnya. Yaa, di batas kota. Saya sempat sambil pamit dari rumahnya menulis “sajak gagal” (Masih) Ada Takbir dari Batas Kota. Sempat juga curi2 jepret view depan rumahnya sambil pasang sendal. Open-mouthed smile. Tapi tetap, -sama anak yang sekarang lagi diseberang sana- tak juga “terlalu” jumpa. Hhee.

Akhir november, saya diminta ortunya untuk mengkhitbah langsung, bukan dengan hanya diwakili keluarga. Akhirnya saya pulang akhir November. Anak yang sekarang lagi diseberang sana itu juga pulang,tapi tetap saja saya tak jumpa sama sekali dengan orangnya. 30 Desember 2013, saya ditakdirkan menikahi –Anak yang sekarang lagi diseberang sana- itu atas izin Allah. Tepat hari ini saya telah enam bulan menikahinya. Yaa, ini semesteran kami. Semoga ia senantiasa dalam keberkahan dan Penjagaan Allah. Ia wanita yang kuat. Hampir setengah dari (seharusnya) kebersamaan kami, kami tak sedang bersama-sama. Ini demi cita-citanya dan cita-cita saya juga tentunya. Smile

 

NB : Ini postingan Pembukaan untuk tag baru “rumah kami”. Insya Allah tag ini berlanjut. Amiin

Dinda Juga kan (calon) Ibu

[1] Heboh kisah Dinda di KRL dari kemaren ya. Semoga dia baik2 saja. Sehat, & diberkahi. Sulit jadi Dinda, tak mudah jadi Ibu Hamil #twitsampah

[2] Tak elok bilang ibu hamil banyak modusnya & Tak bijak juga salahin Dinda sepenuhnya. Empati mahal, mencerdasi keadaan lbh mahal #twitsampah

[3] Ada yang bully Dinda, bilang berdiri bentar aja ngeluh. Tuh, Nyonya Meneer berdiri sejak 1919, namun tetap tersenyum. Ya, baliho #twitsampah

[4] Jangan pernah benci “Dinda”. Bencilah saja perbuatannya kalau memang kau sepakat. Karena “dinda” bisa jadi tak selamanya begitu #twitsampah

[5] Orang baik bisa jadi suatu saat berubah jahat, Tapi kebaikan itu baku. Ia takkan pernah berubah jadi keburukan. #twitsampah

[6] Orang jahat, bisa suatu saat menjadi baik atas hidayah Allah. Tapi kejahatannya baku, takkan pernah berobah jadi kebaikan #twitsampah

[7] Makanya, Agama kita ajarkan. Bencilah keburukannya, tapi jangan benci orangnya. Karena manusia makhluk dinamis #twitsampah

[8] Pujilah kebaikannya, tapi jangan dewakan orangnya. Karena ia manusia, sesekali bisa jadi ia kan selip, khilaf dan salah. #twitsampah

[9] Jika kau benci orangnya, boleh jadi kau nafikan kebaikannya. Kalau kau Agungkan orangnya, boleh jadi kau benarkan semua darinya #twitsampah

[10] Berhentilah bully Dinda. Kalau dia memang salah, barangkali boleh jadi suatu saat ia berkali lipat lebih baik darimu #twitsampah

[11] Berhentilah Bully Dinda.. Jika memang ia salah, bisa jadi Tobatnya telah diterima. Tinggallah dosamu yg tetap membicarakannya #twitsampah

[12] Tak usah cari lagi “Dinda”. Karena Katon Bagaskara Udah dari dulu teriak “Dindaaaaa Dimanakah kau Berada…” Masih belum jumpa 😉 #twitsampah

[13] Sore Semua! Dosa itu statis, tapi Pendosa itu dinamis. Bencilah dosa, dan jangan benci pendosa #twitsampah

[14] TAPI KADANG ADA BENARNYA JUGA, IBU HAMIL “AGAK” BANYAK MODUSNYA. Hhee *dibajak*

Salam untuk semua Dinda, dan semua calon ibu (hamil)

Pulang ke Kampung Akhirat? Lha, Perginya kapan?

Kita berjalan, pergi dan kemudian menutupnya dengan kepulangan. Inilah siklus perjalanan. Kita kan kembali pada titik dimana kita mulai beranjak. Sejatinya begitu. Setiap yang pergi ke Jogja, bakal pulang dari Jogja. Setiap yang pulang dari Medan, pasti sebelumnya telah pergi ke Medan.

Lumrah saja jika kembali mengingat bait-bait petuah orang tua kita, “pai tampak pungguang, pulang tampak muko” (Pergi tampak punggung, pulang tampak muka”). Karena titik kembali itu adalah titik dimana kita memulai. Lantas kita sering mendengar pulang ke kampung akhirat? Perginya kapan? Kok tiba-tiba langsung pulang saja tanpa pernah pergi ke kempung akhirat? Kok ada pulang tanpa pernah pergi? Perginya kapan? Jawaban simpel, bingung dan membingungkan dari saya bahwa perginya di dunia. Pulangnya lah ke kampung akhirat.

Continue reading

Salam dari Istri Saya*

Ini sudah tahun baru, Alhamdulillah. Sudah juga membawa “orang rumah” ke Medan. Alhamdulillah, Moga ia betah.

Hanya ingin berbagi tentang sedikit cerita sebelum akad nikah kemaren. Sebenarnya agak-agak gimana kalau bercerita disini sebenarnya. Tapi ini urgen, dan saya rasa perlu kita tahu. Atau perlu sama-sama untuk kita ketahui. hhee. Ada beberapa dialog nyata dari beberapa kawan2, adek2, rekan2, dan saudara2 di Medan ketika saya memberitahukan tentang kabar pernikahan saya. Banyak ragam tanggapan dan pastinya ya tentang ketakutan-ketakutan, kecemasan-kecemasan, ketidakmasukakalan-  atau apalah nama yang lebih tepat untuk itu. Berikut, misalnya:

“Duhh, da. Kalau gitu sebelum Uda nikah, coba liatin laptop saya dulu ya. Nanti habis nikah gak enak mintak tolong lagi. Nantik kakak marah” Sad smile

“Daa, kalau bisa selesein segera ya tab saya yang bermasalah. Nantik gak enak kalau udah nikah minta tolong lagi” Sad smile

“Jadi akad akhir bulan ini Da? Mau curhat,  mau bertanya dan mintak pertimbangan da. Kalau nanti setelah akad kan gak bisa lagi” Sad smile

“Setelah nikah, gak bisa lagi berarti kami minta tolong tentang laptop kami dll ya Da. Takut kami dimarahi kakak… “ Sad smile

dll, dsbg, dsj….

Continue reading