Jinak Alah, ka Tangan Alun

Salah satu episode terberat dalam hidup adalah saat kau merasa ia bersamamu tapi belum jadi milikmu…

Orang Indonesia sering istilahkan dengan jinak-jinak merpati. Selalu mendekat, namun tak mau ditangkap, dan sedihnya juga tak mau disuruh pergi.

Orang Padang, istilahkan dengan ungkapan “jinak alah, ka tangan alun”. (saya kebingungan untuk menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia, saking dalam maknanya). Ia satu maksud dengan jinak-jinak merpati.

Selamat berakhir pekan, untuk semua yang sedang melakoni peran sebagai “tukang pikek” dan mendapati mangsa yang “jinak alah, ka tangan alun”.

Mungkin mustahil mengusir yang tak mau menjauh, sama mustahilnya dengan merangkul yang belum bisa bersatu…

Tapi bersabar, selalu bisa meniadakan yang mustahil… 😅

Satu Anggapan Saja

Agama ini sontak akan mulai berhenti memberikan manfaat padamu hanya karena satu hal saja : SAAT KAU BERANGGAPAN BAHWA KAU TELAH CUKUP BAIK DALAM BERISLAM, SEHINGGA MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI BELAJAR. MESKI SEJENAK…

Tanpa sadar, setan memberikan pembenaran untuk menguatkan anggapanmu. Ia bisikkan dengan halus dan lembut dikupingmu: “Sudahlah, jangan terlalu serius dalam beragama ini. Bukankah kau sudah jauh lebih baik dari si fulan dan si fulan?” Kemudian kau iyakan? Beggghh, cukuplah sudah…

Kadang kau lupa, kau tak sedang berkompetisi dengan sifulan dan sifulan dalam perbaikan. Kau sedang berlomba dengan dirimu sendiri. Hari inimu lebih baik dari kemaren? Beruntunglah kau. Sama saja? Merugilah kau. Atau lebih buruk dari kemaren? Kau celaka…

Agama ini seperti samudera. Tak kan kau jumpai ujungnya, lantas apa alasanmu untuk berhenti memperbaiki diri?

#NtMS
Note to My Self. Bingkisan khusus untuk saya pribadi, dan tulisan ini sekaligus untuk menjumpai istriku dalam kata di Medan-medan Perjuangan…

Salam dari Istri Saya*

Ini sudah tahun baru, Alhamdulillah. Sudah juga membawa “orang rumah” ke Medan. Alhamdulillah, Moga ia betah.

Hanya ingin berbagi tentang sedikit cerita sebelum akad nikah kemaren. Sebenarnya agak-agak gimana kalau bercerita disini sebenarnya. Tapi ini urgen, dan saya rasa perlu kita tahu. Atau perlu sama-sama untuk kita ketahui. hhee. Ada beberapa dialog nyata dari beberapa kawan2, adek2, rekan2, dan saudara2 di Medan ketika saya memberitahukan tentang kabar pernikahan saya. Banyak ragam tanggapan dan pastinya ya tentang ketakutan-ketakutan, kecemasan-kecemasan, ketidakmasukakalan-  atau apalah nama yang lebih tepat untuk itu. Berikut, misalnya:

“Duhh, da. Kalau gitu sebelum Uda nikah, coba liatin laptop saya dulu ya. Nanti habis nikah gak enak mintak tolong lagi. Nantik kakak marah” Sad smile

“Daa, kalau bisa selesein segera ya tab saya yang bermasalah. Nantik gak enak kalau udah nikah minta tolong lagi” Sad smile

“Jadi akad akhir bulan ini Da? Mau curhat,  mau bertanya dan mintak pertimbangan da. Kalau nanti setelah akad kan gak bisa lagi” Sad smile

“Setelah nikah, gak bisa lagi berarti kami minta tolong tentang laptop kami dll ya Da. Takut kami dimarahi kakak… “ Sad smile

dll, dsbg, dsj….

Continue reading

Selamat Hari Pahlawan (Kesiangan)

Yaa, jika kau masih telat bangun subuh, Menjamak shalat subuh diwaktu dhuha, tak usah terlalu sibuk ngirim SMS, BM an, semua contact dikirimin ucapan selamat hari pahlawan. Kirimkan saja pada dirimu sendiri. Karena sejatinya, kau juga pahlawan. Pahlawan kesiangan. Heeh.

Yaaa, tak perlu menunggu moment 10 November kemudian sibuk rangkai kata indah ucapan selamat hari pahlawan. Penuh kata-kata motivasi, optimisme dan ajakan berkontribusi membangun bangsa. Hehe. Selagi kau masih telat bangun subuh, tidakpun di 10 November, kau tetap seorang pahlawan. Yaaa. Pahlawan Kesiangan.

Ini juga ucapan kepahlawanan (yang kesiangan) ,telat mengorbit. Seperti pahlawan kesiangan.

Bilik OB, #NtMS #twitsampah. Catatan untuk diri sendiri

Tunggul Ametung, Ken Dedes dan Ken Arok [1]

ken arok2Namanya Tunggul Ametung, Sejarah kisahkan dirinya dalam kitab-kitab lama. Apakah ia ada atau tidak, saya tidak tahu. Saya hanya jumpai ia dalam cerita, dalam pelajaran sejarah, atau dulu yang kita sebut PSPB. Ia menjadi akuwu, semacam camat atau walinagari kalau ia di SUMBAR barangkali. Akuwu Tumapel, dibawah daerah kekuasaan kerajaan Kadiri. Sejarah yang saya tahu tentangnya seperti ini. Dengan mengabaikan sebesar apa distorsinya, saya terima saja dulu sejarah ini. Jaman Tunggul Ametung ini, Kadiri dipimpin oleh raja Kartajaya. Delapan atau sembilan abad yang lalu.

Suatu ketika, ia turun ke salah satu daerah dibawah pemerintahannya. Bahasa keren hari ini, blusukan. Ia tertarik, -kalau lah tak boleh dibilang terperdaya- dengan Ken Dedes. Karena tak sabar menunggu ayah Ken Dedes, Mpu Parwa, akhirnya ia culiklah Ken Dedes. diboyong ke Tumapel. Tentu menjadi istri ibu camat Tumapel. AKhirnya Mpu Parwa marah ketika tahu anaknya diculik, dan bersumpah bahwa yang menculik anaknya akan mati diujung keris.

Adalagi namanya Ken Arok, dulunya ia  buronan kerajaan Kadiri. Tetapi dapat suaka dari Lohgawe, pendeta dari India. Hingga di Tumapel, diangkat lah ia menjadi pengawal akuwu Tumapel. Jika ini kejadian hari ini, Semacam Pengawal pribadi raja barangkali. Yaa, pengawal pribadinya Tunggul Ametung. Lohgawe juga bercerita pada Ken Arok tentang ramalan bahwa Ken Dedes akan melahirkan raja-raja besar. Ini membuat Ken Arok yang dulunya sudah tertarik, semakin tertarik pada Ken Dedes. Kemudian ia bertekad, bahwa Ken Dedes harus ia rebut dari Tunggul Ametung. Raja yang memberikan suaka padanya atas status buronan pemerintah pusat.

Continue reading

Pintu Cinta

image

Cinta punya pintu-pintu tersendiri untuk masuk. Kadang ia bersembunyi dalam benci. Menyelinap masuk bersama-sama dendam. Dan kemudian ia menjelma jadi cinta. Karenanya, Berhati-hatilah membenci. Jangan-jangan, benarlah bahwa benci itu  benar-benar cinta.
Cinta miliki ragam hulu rasa. Kadang ia hanya pendar-pendar humor, sisa-sisa tertawa. Kemudian bermetamorfosis sempurna, humor tadi menjadi hambar, tertawa tadi menjadi hampa. Hingga kemudian humor dan tawa berubah tanpa sisa, menjadi cinta.
Kadang pertikaian jadi jalan masuknya cinta. Kesumatnya dendam jadi penghantarnya.
Aih, cinta. Tak tau kita kadang, ia masuk lewat pintu mana. Kadang, tragisnya kita juga tak sadar ia bersemayam dimana dan untuk siapa.

Innallaha yuhibbuthawwabiina, wayuhibbul mutathohhiriina
-griyaraihan- 00.15

Filosofi Makan Kuaci

image

Makan kuaci ini, menarik. Kita sedang mengejar isinya. Tapi candunya bukan di memakan kuacinya. Tapi pada usaha membuka kulitnya. Menarik bukan? Kulitnya yang kadang nyelip diantara gigi-gigi yang renggang. Kadang dapat yang zonk, pas isinya busuk dan pait. Iyaa, benar-benar menarik.
Maukah kita, memakan kuaci yang sudah dibuka, dan membuka kulitnya pakai mulut orang lain? Heeh, nggak mau bukan? Bukan karena apa-apa, hanya saja kita tak kan benar-benar menikmati memakan kuaci ketika bukan kita yang membuka kulitnya.

Hidup ini seperti makan kuaci, membuka kulitnya susah. Tapi yakini bahwa memakan kuaci itu pesonanya di proses mendapatkan isinya. Memakan isinya adalah tujuan, tapi proses mendapatkannya adalah kenikmatan. Jangan mau dengan yang instant-instant saja.

Ingat, Allah akan hargai usaha. Hasil hanya salah satu parameter

#NtMS

*sarapankuaci”, 6 Oktober 2013