Berburu Malam Qadr

Sepuluh terakhir udah beberapa kita lewati. Berburu maam kadar, ampunan,keredhoan. Masih saja ada yang sibuk mencari literatur tentang ciri malam Qadr. Aihh, bahkan, meskipun dari situs bahasa asing sekalipun. Ahh, aneh..

Kemudian ada yang akhirnya meyakini bahwa ia jatuh di malam ganjil berdasarkan literatur yang ia baca. Iya, maslahnya cuma bagaimana kalau 1 Ramadhannya beda2? Masalah bukan? Pada akhirnya kebingunan untuk meyakinkan ini malam genap atau ganjil.

Pada kaum terpelajar akan membawanya mungkin saja pada ranah ilmiah dalam bab peluang. Dengan teori permutasi dan kombiasi yang Rumit. Hhee. Tapi gak apa2, demi malam Qadr.

Cuma, saya hanya punya sedikit pemisalan saja tentang malam Qadr dan 9 malam lain ya, jika ramadhan itu 29 hari. Maka cara yang paling efektif adalah ibarat mengambil 1 kelereng putih ditengah tumpukan 9 keren hitam adalah dengan meraup semuanya. Tanpa kecuali. Jangan pilah pilih. Dari jalan mana lagi kelereng putih nggak ikut.

Simpel, tanpa harus paham teori permutasi dan kombinasi

Shaf Laki-laki dan Wanita

Pada sebuah perenungan main-main, saya akhirnya mendapatkan analisis yang utuh (versi saya) tentang baisan dalam shaf sholat. Yaaa, tentang barisan sholat berjamaah, ada perbedaan yang mencolok dari struktur barisan shaf laki-laki dan shaf perempuan.

Kita kan jumpai, barisan normal yang diajarkan seperti ini. Imam – makmum lelaki dewasa – makmum laki-laki anak-anak-makmum perempuan anak-anak – makmum perempuan dewasa.

Pernahkah kita bertanya, kenapa susunan shaf jamaah wanita dan perempuan berbeda? Kenapa pada laki-laki, jamaah dewasa didepan jamaah anak2? Sebaliknya jamaah wanita yang anak2 didepan jamaah dewasanya? Kenapa tidak sama saja? Wallahualam.

Tapi bagi saya pada perenungan main-main sebelum tidur, saya mendapatkan hikmah saja, bahwa ini menjadi pelambang tentang menjaganya. Yaa, menjaga anak-anak, apakah itu lelaki ataupun perempuan.

Kalaulah kemudian anak-anak yang sholat jamaah lebih identik dengan keributan, gurauan dan main-main maka tugas yang dewasa lah untuk kemudian menjaga jamaah anak-anak, baik lelaki ataupun perempuan.

Lantas, barisan yang beda antara jamaah laki-laki dan perempuan memberikan kesimpulan, -pribadi- bahwa menjaga anak wanita jauh lebih payah dari pada menjaga anak lelaki. Hingga anak wanita harus diposisikan didepan jamaah dewasanya, beda dengan jamaah anak lelaki yang harus dibelakang jamaah dewasa.  Tapi ini hanya klesimpulan pribadi, meskipun secara tuntutan banyak yang tidak melaksanakan pola shaf seperti ini.

Hanya pada satu inti saja, bahwa menjaga anak wanita jauh lebih sulit dari pada menjaga anak lelaki. Wajarlah ada pepatah wanita seperti telur, -terbentur sedikit saja bakalan retak-, lelaki seperti kelapa. -terhempas keras tak masalah- Sepertinya.

*catatan sambil menuntaskan menguap yang ke 47 dalam 3 jam* hoaahhmm.
Salam Keberkahan

Merdeka

Merdeka adalah
kita tahu apa yang kita tuju
dan tahu cara untuk sampai ketujuan.

Salam kemenangan!

*terlalu banyak defenisi merdeka yang belum terlaksana. Saya tak ingin menambahi lagi PR kita semua tentang merdeka*

*sekian lama bersarang di draft, karena kebingungan. Pada defenisi merdeka yang mana, kita telah tuntaskan?*

*salam Blog Jamaah, maaf telat*

Badut

Kadang kita bertanya, apalah enaknya jadi badut? Yaa, sepertinya emang gak enak. Siapa juga bilang enak coba? heeh. Menjelang tidur ini saya mendapat jawaban, tentang fenomena badut. Ya, ini tentang fenomena interaksi badut dengan orang-orang sekitarnya. 

Cobalah anda berjalan ke keramaian kota, objek wisata, atau tempat dimana saja anda bisa jumpai badut. Mendekatlah, dan kemudian berposelah untuk berfoto bersamanya. Lantas, setelah itu apakah anda bisa lari atau langsung berlalu tanpa “menyalami” badut sebagai ucapan terima kasih? Tidak bukan? Dan saya menemukan jawabannya sekarang, versi sayanya :p

Kenapa kita harus bayar? Karena ada satu hal yang saya dapatkan pelajarannya. Bahwa menyamar itu melelahkan. Bahwa menyamar itu bukanlah kondisi ideal yang diinginkan seseorang. Meski sekalipun itu adalah penyamaran yang semakin menaikkan derjat sipenyamar. Apalagi jika penyamaran yang semakin menjatuhkan harga diri penyamar.

Makanya, uang/tip yang kita berikan untuk sibadut pada setiap jepretan gambar, sepertinya lebih kepada menghargai ketidaknyamanan sibadut atas penyamarannya. Karena menyamar itu, melelahkan. Meskipun bagi orang lain sibadut lucu, sibadut merasa ia tidak lucu dalam penyamarannya :-}

Jadilah benar-benar orang baik, jangan pernah menyamar jadi orang baik. Karena itu akan melelahkan, meskipun hanya sejenak. Sementara menjadi orang baik, tidak boleh berhenti.  Ngapain nyamar jadi orng baik, jika jadi orang baik lebih menentramkan #NtMS

Dokter Gigi Waw

Oke. Sebenarnya ini postingan teraneh dalam bahasan Blog Berjamaah saya rasa. Tapi gak masalah, akan saya coba kembali mengingat pengalaman-pengalamn bersama dokter gigi. Walaupun tak terlalu banyak permasalahan gigi, tapi memang saya akui pernah beberapa kali punya pengalaman ke dokter gigi. Walaupun itu tidak terlalu berkesan tapi tetapsaja da kenangan tersendiri.  

Sebelumnya perlu saya tekankan, bahwa saya kedokter gigi tidak karena sakit gigi atau punya gangguan denganm gigi. Seingat saya, saya kedokter gigi karena gangguan yang menyebabkn sakit hanya satu kali, karena tumbuhnya graham terakhir. Dan saya rasa ini semua juga akan mengalaminya nimatnya sakit gigi kala graham ini. Kalau yang satu ini memang mengguncang dunia rasanya, gak tau kalau cabut gigi, dan lain-lainnya karena saya memang belum pernah coba. Mudah-mudahan gak pernah nyoba.

Nah, sekarang akan saya uraikan beberapa pengalaman yamg biasa gak biasa nya.

Nah, ini pengalaman menariknya adalah ketika scaling sehari menjelang Ramadhan, ini rutinitas saya tiap tahun, sebelum ramadhan dan penghujung bulan shafar (ehm).

Cuma ketika itu diklinik kampus, jadi pasien pertama. Setelah daftar dan duduk dikursi praktek dokter, baru saya tahu dokternya perempuan. Hehe, jadi agak-agak gimana gitu. Karena berpikir udah kepalang tanggung dan gak enak lari, ya akhirnya juga dimulailah membersihkan karang gigi. Cuma lucunya, ketika asisten atau apanya dokter itu menggerogoti dan mencoba menyedot sisa2 air itu di dalam mulut, begh.. Aneh. *pamer*.

Scaling tahun berikutnya sebelum Ramadhan, saya langsung dengan temn yang lagi koas, karena sedikit trauma dengan dokter klinik kampus. Lokasinya di mushala fisip usu. Agak2 mirip praktek darurat gitu, tetapi tak masalah. Tetap, ini sehari sebelum ramadhan. Dan ada beberapa kali sebelum ramadhan saya rutin, kecuali tahun ini. Karena baru di maret kemaren scaling, jadi jadwalnya masih belum tuh.  

Nah, scaling terakhir ini, disebuah klinik yang kebetulan teman juga praktek disana. Dan ternyata saya baru tahu, rata-rata orang yang mau nikah pasti mbersihkan karang gigi. Dan tidak sedikit lelaki yang membersihkan karang gigi pertama ketika sebelum menikah. Ini saya ketahui ketika dokter tiba-tiba serobot saya dengan pertanyaan mau nikah ya? Kapan? Bulan ini kah? Katany… *.*.

  Saya kaget, dan menanyakan kenapa tiba2 bertanya begitu. Ternyata, alasn yang saya uraikan diatas rupanya yang menjadi alasan dia. Karena pengalamn juga katanya rata-rata begitu.

Ntar dilanjut lagi, ini asalan aja sambil dalam perjalanan diatas Bus. Dah mau buka soalnya. Daahh

Lalat Malangkah?

Kulihat lalat terbang ceria dalam bus kami, Medan- Padang. Membumbung naik di jok hijau penumpang, turun ke lantai dan sesekali menyinggahi tong sampah, hingga manuver-manuver ciamik yang ia peragakan atas kekagetan. Yaa, dia disini saja. Tak menjauh ataupun keluar. Atau lebih tepatnya bisa jadi tak jumpa jalan keluar. Wallahualam.

Lantas saya bertanya dalam hati, sadarkah ia jika hari ini ia masih tetap bertahan disini sampai esok, ia telah  jauh berjalan? Mungkin ia hanya lihat jok-jok hijau penumpang, bulatnya stir dan atau tirai kaca yang sudah mulai lusuh. Atau mungkin ia hanya hirup udara yang sama dengan otomasi sekali lima menit semakin wangi, dengan sprayer elektrik.

Oh tuhan, semoga ia memang punya tujuan yang sama denganku, kePayakumbuh. Kalau sandainya ia salah kaprah dan menganggap bahwa ia sedang tidak kemana-mana, semoga tuhan segera sadarkan dan tunjuki jalan keluar dari sini. Karena, esok pagi ia kan ada hampir seribuan kilometer daei keluarganya.

Semoga kita dan juga  -lalat- ini bisa mengambil hikmah, pada kondisi sekeliling yang sama dan tak berubah-rubah kita kadang lupa kemana dan mau kemana kita berjalan..

Tulisan kedua dari sekian banyak tulisan NgeBlog Berjamaah, thema mau dibawa kemana? Dalam perjalanan Medan- Payakumbuh. Diatas kenikmatan tiada tara, bangku tempel krat coca cola.
Cc @zuhdi2022 @nadya_syahidah @yoan_dolang @fitttrahsari dll semuanya

Mau dibawa Kemana Hidup Kita?

Mau dibawa kemana hidup kita? Yaaa, hidup kita, aku, kamu dan semuanya. Kita mungkin Terlalu bercerita pada cerita masa depan nan jauh dari jangkauan. Tapi apapun ceritanya kita harus rencanakan. Sebaik-baik orang yang berjalan adalah orang memulainya dengan perencanaan. Dan seburuk-buruk orang yang berjalan adalah yang tidak tau tentang tujuan.

Mungkin kita bukan menjadi yang terbaik tentang orang-orang yang menjalani hidup. Yang punya rencana, program, estimasi waktu dalam pencapaian dan teori2 manajemen lainnya. Tapi bukan berarti kita harus menjadi seburuk-buruk orang yang berjalan tanpa tau tujuan.

Sudahkah kita punya tujuan yang pasti?

Kita sah-sah saja tidak memberi tahu orang lain tentang tujuan hidup kita. Sah-sah saja. Tapi kalau kemudian kita saja tak tahu tentang apa tujuan hidup kita, Maka alasan terbaik apa yang kita bisa berikan kelak ketika ada Sang pengevaluasi menanyakan? Kita hari ini bisa beralasan tak memberi tahu tujuan hidup kita disini, didunia ini. Dengan rasionalisasi yang dibuat bagus dan muka memelas, penduduk bumi bakalan tersentuh dengan alasan kita. Tapi kelak, tak ada tempat setapakpun untuk setiap lasan-alasan kita, apalagi mengharap ada ruang waktu dari hakim untuk sekedar rasionalisasi. Gak percaya? Coba aja ntar…

Mungkin hampir lelah kita hidup, tetapi belum ada tujuan pasti. Tidak mengapa, tak terlalu masalah. Tapi yakinilah, lelah kita karena kita tak punya tujuan. Hari ini, Tak ada yang terlambat untuk merevisi ulang tentang tujuan.

*Telat Postingnya, maaf @ijul @stalker @fitttrahsari @yoan_dolang @mumun @bunda_miqdad, dll anggota NgeBlog Berjamaah

**Tulisan pertama dari sekian banyak tulisan yang belum tahu jumlahnya 🙂

Karakter*

Saya tahu resiko berkicau, semerdu apapun pasti ada yang terganggu. Apalagi cempreng. Wkwkw. Hanya saja mencoba untuk berobah lebih baik, tanpa harus mencari musuh untuk karakter bawaan. Tak mungkin bisa anda paksakan semua menyukai anda, sebagaimana takmungkinnya anda untuk memaksa semuanya membenci seseorang. Tetaplah berjalan, meskipun anda menahan lelah. Tak msalah, yang penting anda tau, apa yang anda tuju….

 

Continue reading