Sangkaan

Jadi tadi ya kan, ada kawan awak nelpon istrinya.

Jadi mah, mau yang SONY apa Samsung? Ini SONY ada diskon, samsung nggak. | *dibalas ama yang disana*

Ooo, oke ma. Oke ma. Oke oke… Sip.

Sontak semua ngejek, belagu lu panggil2 mama gitu. Mama apa mamak? Apa jangan2 dirumah kelen panggil-panggil kau nya itu d rumah.  ELeh, bilang aja karena dekat kami nelponnya. Alah, palingan tadi abis dimarahi sebelum ngantor makanya mama2 an. Eleh, padahal mau bujuk2 istri kau nya kan, jangan2 pagi klen abis berantem. Aih, palingan, padahal, jangan-jangan dan semua kata-kata ejekan dan sejenisnya muncul dari teman-teman. Aneh…

Heeh, teman yang nelpon tadi ternyata dengan santainya balas. Istriku namanya Rahma. Jadi ya aku panggil namanya Ma gitu. Jadi, Bukan mama maksud dia dalam telpon tadi. Open-mouthed smile (maklum, dia karyawan baru dikantor)

Zhan kadang membuat kita tidak adil.

Hhee, iya. Sangkaan kita kadang membuat kita tak berlaku adil pada saudara-saudara kita. Apalagi pada hal-hal yang tak sama dengan yang lumrah kita lakukan sehari-hari. Zhan kadang membuat kita memaksa bibir kita tertawa lebih besar darikemampuan otak kita melucu. Sangkaan, Ah sangkaan…

OB belum boleh pulang. 18.00WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s