Filosofi Makan Kuaci

image

Makan kuaci ini, menarik. Kita sedang mengejar isinya. Tapi candunya bukan di memakan kuacinya. Tapi pada usaha membuka kulitnya. Menarik bukan? Kulitnya yang kadang nyelip diantara gigi-gigi yang renggang. Kadang dapat yang zonk, pas isinya busuk dan pait. Iyaa, benar-benar menarik.
Maukah kita, memakan kuaci yang sudah dibuka, dan membuka kulitnya pakai mulut orang lain? Heeh, nggak mau bukan? Bukan karena apa-apa, hanya saja kita tak kan benar-benar menikmati memakan kuaci ketika bukan kita yang membuka kulitnya.

Hidup ini seperti makan kuaci, membuka kulitnya susah. Tapi yakini bahwa memakan kuaci itu pesonanya di proses mendapatkan isinya. Memakan isinya adalah tujuan, tapi proses mendapatkannya adalah kenikmatan. Jangan mau dengan yang instant-instant saja.

Ingat, Allah akan hargai usaha. Hasil hanya salah satu parameter

#NtMS

*sarapankuaci”, 6 Oktober 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s