Hati-hati membeli iPhone Murah

Kemaren ada teman yang minta nyariin iPhone5. Awalnya sih nanya-nanya tentang iPhone 5s. Berhubung masih mahal, akhirnya beralih ke iPhone 5 aja. Sebenarnya kurang tertarik follow up-I mengingat kurang paham tentang iDevice mengingat kurang paham tetang iOs sbg platform OS nya Apple device. Tapi saya jabanin karena mengingat ini adalah teman. Setelah survey-survey, dianya nanya ke saya tentang kenapa  harganya bervariasi dengan rentang harga yang jauh. Yang nanya, lagi make android Sony Xperia C. Jadi pengen beralih sekalian nyoba-nyoba pengalaman pake iDevice. Akhirnya saya tanya kawan-kawan lama yang main di bisnis smartphone tentang permasalahan range harga yang jauh antara harga teratas dan terbawahnya. Kebetulan rata-rata kawan-kawan warga keturunan, punya akses lebih dalam tentang hal-hal seperti ini.

Via telpon, akhirnya dijelasin tentang barang-barang iDevice dengan harga yang sangat murah dari pasaran (dalam hal ini iPhone5). Yang jual berani bilang bahwa iPhone nya original, tapinya asesories berupa charger dan headset KW. Ini karena kawan, makanya dia buka-bukaan tentang dagangannya. Kalau biasanya ke user langsung, dia kasih tahu asli tapi dia garansi asesoriesnya sebulan aja. Tragis kan? Heeh, inilah kalau ada barang ada harga, eh ada harga ada barang. Teman ini juga nyediain barang yang sama, yakni iPhone 5 32GB dengan harga 5.9jt. Hampir selisih 2jt an dibanding harga barang yang tadinya ia tawarkan murah.

Akhirnya saya bilang kondisi-kondisi real ke teman yang lagi nyari iPhone5 tersebut. Ya biar jadi nggak enakan di kemudian hari kalau ternyata ada apa-apa. Dan karena keterbatasan budget, dianya ngambil yang murah aja. Dengan garansi distributor satu tahun, yang syukurnya kebetulan SC nya di Medan ada. Sambil jalan-jalan akhir pekan, ngajak kawan ini “ngupi-ngupi”, sambil cerita barang-barang yang masuk sama geliat penjualan smartphone saat ini. Dan tentunya tak lupa, kami bawa satu unit iPhone5-White dalam kondisi SEGEL kotak masih utuh. Sekali lagi, kotaknya MASIH SEGEL.

Nih penampakannya :

 

Kelihatankan, masih barunya. Kalau device, secara kasat mata gak ada ubahnya dengan iPhone5 yang garansi resmi. Tombol, dllnya mirip. Ohh, foto kotaknya gak jumpa setelah dicari di photo.

Nah, kawan yang bisnis ini (mayoritas) ya taunya sekedar jual beli. Nggak tahu (nggak mau tahu, bisa jadi) tentang status barang jualannya gimana statusnya. Akhirnya iPhone5-White nya saya cek IMEInya di database iPhone. Dan ini infonya dari IMEI yang ada di body belakang iPhone Tsb :

Screenshot_com.android.browser_2015-10-22-14-08-08

Ternyata di data iPhonenya, IMEI tersebut untuk devicenya adalah iPhone 5 – BLACK. Bukan putih sebagaimana yang sedang saya pegang. Ketahuan juga, ternyata IMEI tersebut adalah IMEI yang telah dibundel dengan opertaor-operator luar dengan status di LOCK. Artinya, yang dijual ini pada awalnya adalah device dengan status bundelan operator tanpa bisa dipake operator lainnya. Setelah di UNLOCK barulah ia bisa digunakan disini. Kemudian juga bakalan ketahuan IMEI tersebut kapan dibeli dan kapan expired garansinya, sekaligus pas dibundel bersama operator negara mana.

Karena data devicenya beda warna dengan data di database Apple, makanya kami coba buka segel beberapa iPhone 5 –White. Dan ternyata tetap saja meskipun device warna putih, di data IMEI ternyata warnanya hitam. Berikut hasil capture annya :

Screenshot_com.android.browser_2015-10-22-20-31-05Screenshot_com.android.browser_2015-10-23-17-30-28Screenshot_com.android.browser_2015-10-23-17-34-24

Nah, setelah itu, kami buka segelnya satu lagi dan Akhirnya didapatlah data fisik yang sama antara IMEI dan device (warna putih) seperti penampakan berikut:

 

Akhirnya saya coba ambil yang ini, tentu saja dengan menjelaskan sejelas-jelasnya ke teman yang minta bantu cariin iPhone 5 white tersebut…

Screenshot_com.android.browser_2015-10-23-17-41-56

iPhone Garansi Resmi

Singkat cerita, saya janjian sama teman yang make iPhone 5s – Gold, sekalian mau makan siang. Akhirnya saya coba cek IMEInya, kebetulan teman ini beli device dengan garansi resmi. (kurang lebih 11jt dulunya kalau nggak salah Smile) . Nih saya kasih data IMEI di body belakang sama hasil pengecekan info imei nya:

Dan ketika dilakukan pengecekan IMEI, berikut info yang ditampilkan :

Screenshot_com.android.browser_2015-10-22-16-29-44

Nampak beda mencolok dengan yang garansi gak resmi tentang data device. Meskipun baru buka segel, iPhone yang garansi gak resmi rata-rata tanggal pembeliannya sudah beberapa tahun yang lalu. Anehnya, satu IMEI yang telah di bongkar, data pembeliannya adalah tahun 1978. Padahal iPhone aja baru di 2007 kalau nggak salah munculnya ke dunia. Wkwkwkw…

Kesimpulan :

1. Hati-hati ketika akan membeli iPhone 5/5s dengan garansi distributor. Keyakinan saya pribadi, itu adalah barang dengan status daur ulang (refurbished). Dan rata-rata online store banyak menjual barang dengn status daur ulang. Lazadut misalnya:

Screenshot_com.lazada.android_2015-10-22-18-16-12

Bayangkan selisih harganya. Berikut iPhone 5 resmi yang dibeli kawan, dengan harga 8,8Jt dan itupun masih dengan storage 16GB. (pembelian 2 Juli 2014)

Screenshot_com.android.browser_2015-10-22-21-16-42

Waaaah, Bayangkan selisihnya? Setengah harga gak nyampe, itupun sudah dengan storage 32GB? Lantas kenapa bisa ada barang tersebut dengan dikenali oleh database?

2. Apakah ini barang palsu? Apakah ini replika?

Saya pribadi berpendapat bahwa ini adalah original/Asli iDevice. Memang asli iPhone 5, hal ini dikuatkan dengan pengecekan hardware dan device yang terdeteksi dengan baik di iTunes. HANYA SAJA selayaknya barang daur ulang ya merupakan “kokangan” dari beberapa device. Misal pada bodi belakang dari iPhone A, Mesin dari iPhone B, layar dari yang C dan sebagainya. Jadi kurang lebih dari beberapa iPhone 5 yang rusak, tidak semuanya rusak total. Ada beberapa part yang masih bisa berfungsi, kemudian dari part-part yang masih bagus, didaur ulang lagi untun didapatkan satu/ dua iPhone yang (dikesankan) baru. Makanya, wajar saja ketika unit iPhone 5 nya warna putih, sementara didatabase Apple ternyata berwarna hitam Smile.

3. Ada Barang, ada Harga.

Mungkin ungkapan ini benar adanya. Kalau mau yang murah ya tentu saja ada konsekuensi yang harus “dibayar”. Semisal, pada iPhone 5 ini asesories berupa charger dan headset bukan yang original. Dan ini, teman saya yang jualan langsung bilang bahwa umurnya gak panjang. Apalagi charger, katanya ntar dua bulan dah jebol. Tapi dianya juga bilang, kalau jual ke user  langsung, ia kasih tahu device garansi distributor setahun, sementara asesories nggak… Jadi yang jual mah, tenang aja. Kembali ke pilihan masing-masing.

4. Yang jual, taunya jualan aja.

Ini fakta. Saya menanyakan kepada kawan yang memang main di bisnis beginian tentang status barang dan cara masuknya dll nya. Dianya gak tahu. Bahkan ketika kita cek kecocokan fisik umum device dengan IMEI, dianya juga gak tahu. Malahan terkaget-kaget ketika ternyata bisa dilakukan pengecekan tersebut. Yaaa, dianya tersenyum simpul saja sambil bilang “wa taunya jualan aja loh” Lagian yang mau beli yang penting wa buatin loh AppleIDnya, dah seneng banget. Gak sempat mikir-mikir lagi. Malahan yang jual pernah ngaku bilang garansi resmi kok ke user, apalagi ke user yang gak tau apa-apa. Makanan empuk Open-mouthed smile.

5. Teman ini juga bilang bahwa semacam ada perjudian dengan barang tersebut. Ada yang belinya lancar aja,gak bermasalah. Ada yang baru 3 bulang dah komplain dll. Mati total, speaker ngadat, batre jebol, dll. Ini KONSEKUENSI Smile

Tips beli iPhone 5 Refurbished

Setelah tahu konsekuensi, asal usul barang dan sejenisnya tentang iPhone 5 daur ulang, berikut saya berikan tips jika tetap memutuskan membeli barang daur ulang:

1. Lakukan pengecekan IMEInya disini. Silakan lihat, dan carilah purchase date nya yang paling akhir. Setidaknya ini semakin memperkecil resiko kerusakan setelahnya. Dan pastikan tanggalnya nggak ngaco seperti yang sebelumnya saya uraikan. Moso tanggal pembeliannya tahun 1978, jaman fir’aun masih bujangan…

2. Pastikan kecocokan data IMEI dengan fisik, minimal pada part besar pada device. Misal, di IMEI warnanya hitam ternyata iPhone 5 nya warna putih. Minimal ini meminimalisir bahwa tingkat “daur ulang”nya gak parah.

3. Mengingat bahwa sekarang kabarnya iPhone 5 sudah tidak produksi, jadi jika ada yang (ngaku) jual garansi resmi, pastikan benar-benar tentang hal tersebut.

4. Kalau bisa usahakan belinya offline, kalau terjadi apa-apa biar agak mudah klaim-kalim dll nya. Ini hanya sekedar memperkecil faktr resiko yang mungkin timbul. Dan pastikan juga tentang garansi dan status service centernya ada dikota tempatmu domisili.

Yaaa, kurang lebih inilah tips dari saya, yang perlu diingat ada haga ada barang. Pikir-pikir sebelum membeli, karena memang penyesalan datangnya belakangan… Keputusan ada ditangan yang mau beli, kalau dari sudut pandang penjual ya bakalan bilang bagus-bagusnya aja. Yang penting terjual *ehh*

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s