Dalam sebuah pendakian gunung disaat engkau berada di ketinggian 3458mdpl, persediaan air minum benar² menipis. Kemudian, datang seseorang yang tergopoh² meminta persediaan airmu yang katanya untuk keperluan daruratnya.
Kemudian engkau berikan persediaan yang benar² menipis itu, mempertaruhkan kehidupanmu.

Kemudian, yang tergopoh² tadi kembali dengan wajah sumringah dan penuh kelegaan. Sambil mengucapkan terima kasih bahwa ia telah berhasil (maaf) “cebok” dengan cadangan air minummu.

Apa yang kau rasa?

Kisah ini, identik dengan cerita tentang orang² yang mengambil rukhshah – keringanan- untuk tidak berpuasa karena alasan musafir dengan bus, tapi kemudian merokok ditengah-tengah orang yang berpuasa di bus berAC.

Dan maaf, tanpa rasa bersalah sedikitpun, tanpa malu sedikitpun, tanpa sungkan sedikitpun. Kali saja, malunya, rasa bersalahnya, sungkannya telah hilang dan terbang bersamaan dengan asap² rokok yang mengepul meninggalkan dirinya.

Ahh, dunia kadang lucu…

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s