Cinta tak sampai itu bak gelombang transfersal. Pas satu diatas, satunya lagi di bawah. Pas yang atas ngejar yang bawah, yang bawahnya malahan lari ke atas.

Wajar saja jika yang bertepuk sebelah tangan, sering berujar “Jika cinta kita adalah gelombang, maka rentang aku dan dirimu adalah amplitudo. Jauh, tak pernah bertemu”

Atau pada ujaran tragis lainnya “bagaimana hatiku bisa bergetar karena resonansi jiwamu, jika kita saja tidak sama dalam frequensi”

Maka ringan dan renyah melihat yang gayungnya bersambut, tak merasakan lelahnya bertepuk sebelah tangan. Ia menapaki cinta yang utuh, Satu getaran yang menggerakkan. Saat bandul-bandul bergerak satu gelombang penuh, dari B-A-B-C-B, Bisakah Aku Bawakan Cinta Buatmu? Kemudian dirimu menjawab juga dengan satu gelombang penuh B-C-B-A-B, Berlabuhlah Cintamu Bersamaku, Aku Bahagianmu.

Kemudian bandul-bandul yang bergerak satu gelombang penuh, saling menggerakkan. Setiap getaran cinta yang utuh, dibalas sama dengan getaran cinta yang utuh juga dengan arah yang beda. Yaaa, itulah caramu membuat cinta kita tak pernah menjauh dari titik keseimbangan, dan getaran cinta kita terus berkejar-kejaran. Tak berujung.

NB: Wkwkwk. Sok2 Mereview Mata Kuliah Getaran Mekanis🙂 – with Hanifah

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s