Toba (1)

Entah ide dari mana, tiba-tiba diajakin jalan-jalan ke Toba sama adik2 Payakumbuh. Padahal baru dua bulan lalu abis dari sana. Cuma kalau dulu ngeteng-ngeteng nyambung-nyambung bis, angkutan umum dll gitu, Maklum, ngajakin orang Jogja jalan-jalan ngenalin medan. Nah pas jalan ama anak-anak Payakumbuh sedikit lebih ekklusip. Rental mobil sendiri. Gak tanggung-tanggung, dua mobil gitu. Kabarnya awalnya cuma mobil aja, hari terakhir peminat membludak. Hhaa, akhirnya ditambahlah satu mobil lagi. Maklum, ini nemani adek-adek imapaliko yang abis UTS. Ngilangin suntuk, atau menetralisir keyakinan bahwa dirinya harus remedi, atau ngulang mata kuliah lagi tahun depan, makanya mau nemani mereka ke Toba.

Setting waktunya pas long wikennya gitu. (18 April 2014). Jadi berangkatlah dari medan jam 11 Malam dihari kamis. Dengan estimasi bahwa kami subuh sudah di Parapat, siap-siap ambil penyeberangan pagi. Ternyata di Sergei, Ada pengaspalan jalan. Macetnya minta ampun, dan kami harus cari alternatif jalan lain yaitu via GALANG. Balik lagi dah ke arah medan, muter-muter jadinya. Jadi kalau lewat via galang, lewat hutan-hutan gitu. Perkebunan sawit, sama karet juga banyak disana. Gak terlalu asing sih daerah sana, karena sering dinas luar kesana dan atau  lewatnya ya lewat sana. Ada beberap unit kebun dan pabrik pengolahan karet disana. Galang, sarang Giting, Dolok Masihul hingga Ntar keluarnya di Tebing Tinggi. Dari Tebing Tinggi barulah dilanjut ke Siantar dan lanjut ke Parapat. Sholat Subuhnya ya di masjid Mukhlisin Siantar itu. Nih masjidnya subuh-subuh, airnya lumayan dingin bgt. Target pertama untuk subuh di Masjid Parapat akhirnya tak tercapai Disappointed smile Pastinya berimbas ke planning2 lainnya..

2014-04-18-05-32-19_deco

Nah, Dari masjid ini abis shubuh, bergeraklah kami ke Parapat. Jalannya berliku-liku memang, tapi bagi anak Payakumbuh apalagi yang dibesarkan di kelok sembilan, itu sangat biasa saja. Hhee. Karena mobil kedua tak kunjung kelihatan kami putuskan menunggu disebuah lokasi yang lumayan bagus. View dari sana, danau toba sudah bisa terlihat jelas.  Ternyata supir satu dan dua di mobil kedua ngantuk. Jadilah tidur sakelak. Open-mouthed smile. Nih view di pemberhentian sementara sambil nunggu mobil kedua.

2014418072416

Setelah itu barulah dilanjutkan ke Parapat, tujuan masjid Parapat. Ya, numpang ke toiletnya sih. Bukan mau sholat dhuha Open-mouthed smile. Setelah itu barulah dilanjut ke Ajibata, pelabuhan ferry untuk penyeberangan. Dan ternyataaaaaa, rame nian. Hhee. Kami dapat antrian penyeberangan nomor 106 dan 107 pagi itu. Sambil menanti kapal, pemandangan disini lumayan segar kalo pagi-pagi, meskipun anjing2 banyak berkeliaran.

2014418090103_1

Inilah kapal ferry yang bakalan nyebrangin kita ke Pulau Samosir.

2013907175841_1

Tau kan, muatannya itu gak banyak lo. Hhee. DIbilangin sama petugas bahwa kami nyebrangnya jam 2 siang, kala itu masih pukul delapan pagi. Open-mouthed smile. Nah sementara itu, penginapan belum dapat untuk di Samosir. Gak maulah di Samosir tidur di luar aja. Banyak Anj*ng sama B*b* gitu berkeliaran. Ntar diendus2 pulak. Papun ceritanya tetap kami harus dapatkan penginapan. Sebelumnya bukannya tak mau cari penginapan. Tetapi karena memang begitu, dah full semua. H-4 dah full semua yang dihubungi. Jadi sebegai konsekuensi, diutuslah beberapa orang duluan nyari penginapan, karena kalau nggak gitu, makin habis ntar. Masa harus tidur di jalanan kan. Open-mouthed smile

 

Bersambung….

NB: Poto2 lebih banyak di TOBA (2). Dulu sempat juga sih dalam tulisan ini janjiin posting cerita khusus untuk danau toba.

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s