Saya tak hendak katakan bahwa cari istri itu harus yang pintar dan bisa masak. Atw hendak nyatakan istri yang benar itu hrus yang bisa masak. Tidak, sekali lagi tidak. Karena bisa masak bukan jaminan kebahagiaan. Pintar masak bukan garansi keberkahan rumah tangga.

Tapi, saya cuma ingin katakan simpel saja. Bahwa istri yang bisa masak, yang tak gagap tentang ramu-meramu racik-meracik bumbu dapur, kepala dan dirinya gudang arsip kreativitas kuliner dan sejenisnya : Adalah secuil dari sepersekian persen Anugerah Allah untuk kebahagian dalam rumah tangga.

*malu*
*paketdatahabis*

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s