Semut yang Memanusiakan Semut

Saya kadang suka iseng kalau pulang kerja gitu gak ada kerjaan. Suka poto2 in apa-apa yang ada di depan rumah. Bunga2 (lebih cocok, dibilang semak), binatang kecil, sunset abal2 atau apalah namanya. Dan khusus, terkadang lebih suka poto-poto macro.

Berikut ada poto macro yang saya ambil beberapa waktu lalu, sambil duduk menikmati semangka yang dibeli pas pulang kantor. Trus karang-karang ceritanya sendiri, ini bukan perkara sulit bagi saya. Tukang karang Open-mouthed smile

Graphic1

Ada seekor semut sedang sekarat, dengan posisi dipinggir siku dinding. Tipis sekali, jika ia bergeser kedepan sedikit saja, ia kan jatuh. Saya tak tahu apa pasalnya. Masih sedikit berusaha ia untuk bisa menyepak kakinya yang sudah mulai lemah. Saya perhatikan, saya amati detil. Selang beberapa saat, datanglah temannya membantu. Iya, membantu. Saya tak tahu yang datang ini karib apa kerabatnya apa saudara kandungnya gitu. Tapi yang jelas sesama semut hitam. Tak  lama berselang, datang lagi temannya ikut membantu.

  • Jangan pandang buluh untuk membantu, pandang bambu saja Smile. Asal sama lurus, dibantu.
  • Hal jazaa ul ihsaani illal ihsan? Bukankah balasan kebaikan juga kebaikan? Semut yang sehat walafiat ini, sepertinya benar-benar paham akan ayat ini. Tak banyak pikir, tak banyak loading nya.
  • Mungkin yang dibantu tak kan kembali hidup (dalam hemat saya), tapi tugasnya yang sehat berikan yang terbaik sekuat kemampuan. Allah nilai usaha, si semut pahami ini dengan baik.

Graphic2

Tak lama kemudian, mereka sudah berdua bahu membahu, menarik yang lagi sakratul maut agar tak dibibir dinding yang terjal (orang minang, bilangnya sandiang). Tetap saja, satu menarik satu mendorong. Sembari satu-satu sepakan kecil yang lagi sakratul maut, mereka bawa ke yang peluang bahayanya kurang. Keyang sedikit datar.

  • Kalau berpikir bodoh, bisa jadi semut yang sehat bakal berpikir “biarin aja dah, udah mau mati aja pun”. Tapi itu tak mereka lakukan. Jika mereka bisa memanusiakan semut, sejatinya kita yang manusia harus bisa memanusiakan manusia.
  • Berikan yang terbaik, sampai akhir hayat. Yang sehat tak pernah berpikir dulu, ini yang lagi sakratul maut nih ada jasanya semasa sehat ke gw? Nggak, sepertinya nggak.

Graphic3

Yang satu mendorong dari belakang, yang satu menarik dari depan. Prinsip bhinneka tunggal ika. Beberapa saat, yang mendorong ini akhirnya yang jatuh. Jatuh ketempat yang ia cemaskan saudaranya terjatuh disakratul mautnya. Kemudian saya tidak tahu lagi kondisinya, sudah jatuh ke rumput dengan ketinggian 50 cm an gitu. Moga ia baik-baik saja.

  • Semut medan, kurang lebih seperti anak medan. Hancur demi kawan, itulah aku kawan. Hansur demi kawan, ido au kawan.
  • Saya melihat betapa respeknya semut yang satu lagi, langsung melihat dari ketinggian. Terlepas ia bisa lihat sedalam apa saudaranya terjatuh.

Kenapa Al-Qur’an buatkan salah satu nama surat An-Naml? –semut-. Karena saya rasa, harus banyak kita perhatikan semut, belajar darinya. Sulaiman raja yang mulia, nabi yang mulia, begitu banyak kisahnya dikisahkan dalam Qur’an untuk kita. Do’a yang kita sering dengar dan bisa jadi sering lafalkan, adalah cerita Sulaiman mengamati semut, dan berdoa..

Rabbi Au zi’ni An asykuro ni’matakallati An Am ta ‘alaiya wa ‘ala walidayya Wa an a’malashoolihan tardhoo hu…

 

Ya tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi… (QS. An-Naml : 19)

Aih, terlanjur terharu. Tak bisa lagi lanjutkan cerita ini. Itulah semut, kita manusia seperti apa?

 

BilikOB, Medan nan Ramah.

info: Poto diambil dengan kamera lenovo K860. Loc: Komplek Griya Raihan, Medan Sunggal.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s