Tetangga (selalu) bisa ramah

Yang Paling enak itu yang ada sama orang lain. Heeh, itulah manusia. Sulit menemukan titik puasnya. Kalau ibarat sistem koordinat, maka ia berada di sumbu Y positif (+) tak hingga. Tak berujung, jauh.

Saya pernah didatangi seseorang setelah tarawih, kemudian mengatakan selamat pada saya tentang keringanan (rukhshah) hingga membolehkan saya untuk sholat duduk. Beda pasti dengannya yang harus berdiri. Katanya, kalau duduk kan capeknya berdiri gak terasa. hehe. Wajar juga saya rasa dia merasa lelah, dua rakaat yang luar biasa,  diatas waktu normal rata2 sholat biasanya. Saya hanya tersenyum dan mengatakan bahwa saya kepengen sekali saat ini untuk bisa sholat seperti biasanya. Berdiri! Bukan karena apa-apa, dudukpun lelah juga. Heeh.

Inilah dunia, tak pernah yang ditangan kita bakal cukup. Yang paling bagus tetaplah yang ditangan orang lain. Yang berdiri pengen duduk, yang duduk pengen berdiri.

Apa yang ada jarang disyukuri

Apa yang tiada sering dirisaukan – Raihan, Nazrey Johani, The Zikr-

Benarlah nasehat itu. Obatnya dua saja, bersabar dan bersyukur. Selama masih tentang dunia, dua ini lebih dari cukup untuk penawar.

Medan, bilikOB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s