Nikmat Terlambat Tahu

Wah, pernahkah kita menyesal pada jalan kebaikan? Terlalu cepat mengenal ini itu. Terlalu cepat tahu ini itu tidak boleh, terlalu dini tahu haram halal makruh mubah?

Pernah? Sejak kapan? Sampai kapan? Sekarang masihkah merasa demikian?

 

Wah, pernah mungkin kita berpikir kenapa saya harus tahu ini itu gak boleh, ini itu gak bagus? Coba kayak si A, anteng aja begini begitu tanpa risih. Enjoy saja tanpa malu. Plong saja tanpa bersalah. Sayang, kenapa saya harus tahu itu gak bener, ini salah.

Coba saja saya tahunya nggak dari kemaren2, besok saja misalkan. pastikan saya juga tak risih, bisa berbuat seperti si A juga. Tak dikira dosa karena gak tahu. Duhh.

Pada waktu yang lain, kadang kita merasa si A dapat nikmat lebih dari kita. Namanya nikmat terlambat tahu. Hingga ia tak dibebankan atas pelanggaran atas hal-hal yang ia tak tahu, belum tahu atau terlambat tahu. Sementara kita, karena udah tahu terpaksa tidak sebebas si A. Ah kita kita kita *geleng2*

Tak semua sempat disinggahi hidayah, tentang petunjuk kebaikan misalnya. Tentang si A, itu bukan nikmat baginya. Mungkin saja, “tahu” delay mendatanginya. Gitu aja, lambat laun bisa jadi ia akan tahu. Jangan pernah menyesal terlalu cepat mengenal kebaikan, karena kebaikan tak pernah tahu bila masa ajal  menyinggahi kita.

Setan, disinilah letak liciknya. Disela-sela tipis ruang kebaikan, tetap saja ia bermain, memasang perangkap menanam jebakan. Pada aktivitas kebaikan sekalipun. Pernahkah kita merasa terlalu rugi datang ke masjid, ketika jamaah lain masih sholat sunnah qabliyah? Menyesal, dan berharap bahwa andai saja saya datang pas ayat terakhir imam sebelum rukuk? Pasti tak berlama-lama berdiri? Iyakah? Waaaaaaaahh. LAISU SAWAAA’A –> Sesekali Takkan pernah sama (nilai keduanya)

Benar bahwa kita tak pernah dievaluasi dan diganjari dosa atas apa-apa yang kita tak tahu. Tapi kita juga bakal dievaluasi, kenapa kita sampai tidak tahu? –davidsatria-

bilikOB, catatan untuk pribadi. Wajib konsumsi pribadi. Diri lebih utama dari orang lain.

2 comments

  1. baru tahu klu ado urg yg menyesal lbh dulu tahu.
    baru tahu pulo ado yg menyesal lbh dahulu ka musajik..
    *geleng-geleng kapalo*

    menyesal krn baru tahu, lebih baik saya terlambat tahu yg ini..
    :mrgreen:

    • Iyaa. Ada beberapa org beranggapan kok saya tahu itu g boleh ini g boleh ya? Coba saya gk tw, pasti gak berdosa melakukannya.

      Karena beranggapan bahwa klw gk tw gak berdosa, sampe ia tw barulah dihitung dosanya.

      Rumit ya? Emang😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s