Ibu, Aku mencintaimu

Beberapa kali jadi korban uji coba teman2 yang lagi ngambil psikolog, atau anak2 yang lagi kuliah di psikologi, disuruh menggambar ini itu dan lain2 yang saya tak tahu detail apa maksdunya. Kemudian dari gambar2 itu dibuat analisisnya. Dan saya sebagai korban tentu saja harus mendengarkan apa analisisnya.

Sosok ibu terlalu besar pengaruhnya, ibu begitu besar mempengaruhi perkembangan dan entah apa2 lagi redaksi bahasanya yang kemudian tertuju pada satu hal bahwa ibu begitu kuat mempengaruhi saya. Atau, bagi saya ibu terlalu besar menginspirasi saya. Iya, begitu.

Pada kesempatan lain, saya juga iri pada orang-orang yang setidaknya bisa ucapkan selamat ulang tahun dan ungkapkan rasa cintanya pada ibunya. Saya tak bisa, bukan karena tak mampu. Ibu saya tak tahu lahirnya tanggal berapa dan bulan apa. Hanya tahu tahunnya saja. Jadi, sampai seperempat abad saya belum pernah ucapkan selamat ulang tahun. Heeh, aneh ya? gpp…

Ibu, maaf belum pernah ucapkan selamat ulang tahun. Apalagi untuk mengucapkan selamat hari ibu. Ahh.. Yang penting aku benar-benar mencintaimu. Meskipun sering kado dan hadiah tak bermomen menjumpaimu.

-karena bagiku cinta tak harus menunggu momen-

bilikOB

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s