Kenapa Malaikat Tak Tampak?

Saya menemukan hikmah luar biasa pada perenungan singkat pagi ini tentang kenapa malaikat tak bisa kita lihat? Pertanyaan aneh tak aneh saya rasa, tapi saya punya jawaban sendiri setidaknya untuk konsumsi jiwa saya secara pribadi. Kalau yang lain kemudian sepakat dan merasa bisa mengambil manfaat pada hikmah yang saya dapatikali ini, dengan senang hati saya berbagi akan hikmah ini.

Ini hanya pertanyaan selentingan tentang kenapa malaikat tak bisa kita lihat? Paling, ketika ditanya kita sering balik bertanya tentang apa manfaatnya jika kita bisa melihat malaikat. Atau dengan pertanyaan senada, jika memang bisa melihat malaikat kita mau ngapain? Ahh, sudah banyak varian jawaban yang sudah saya lontarkan untuk pertanyaan senada dari dulunya…

Lantas? Hikmahnya?

Sekarang saya mendapati salah satu hikmah, kenapa malaikat tak bisa kita lihat. Ini tentang optimisme pertaubatan, kawan!

Malaikat adalah makhluk yang tak ada sedikitpun potensi pembangkangannya pada Tuhannya. Lantas, ia takkan melakukan pelanggaran yang kemudian bakal diganjar dosa. Beda sangat dengan kita. Rutinitas mereka adalah ketaatan sementara rutinitas kita adalah menghadirkan perang antara akal dan nafsu. Pada kali yang lain akal menang, diwaktu lainnya akal terjungkal. Beda sangat dengan malaikat.

Lantas apa hikmah itu? Yaa, tentang optimisme pertaubatan. Andai saja kita melihat malaikat hari ini dengan rutinitas ketaatannya, barangkali kita punya rujukan yang bakalan tak mampu tersaingi pada titik-titik ketaatannya. Ya, itulah malaikat. Sementara kita lautan tempat bermuaranya kesalahan dan dosa. Andai saja kita lihat malaikat, mungkin kita pesimis tentang diterima tidaknya pertaubatan kita. Mengingat bahwa ia menghadirkan perbandingan ketaatan  dengan manusia, ibarat langit dan bumi.
Mungkin saja dalam rasa pesimis itu, setan bermain. Via nafsu kita, anggapan tadi sesikit banyak diberikan legalitas oleh akal. Hingga akhirna, kita merasa mustahil taubat kita diterima oleh Allah. Permainan yang cantik dari setan…

Mungkin ini hanya salah satu hikmah, setidaknya bagi saya pribadi kenapa kita tak bisa melihat malaikat. Agar kita punya optimisme dalam setiap pertaubatan dan penyesalan atas kesalahan-kesalahan. Andai saja kita bis melihat malaikat dalam aktifitas kesehariannya, ditambah lagi saham-saham setan melalui bisikannya, bukan tak mungkin kita pesimis pada setiap taubat dan penyesalan kita.

Nb: Via hp, sesuatu bgt ngetiknya. -tridharma 104-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s