Lalat Malangkah?

Kulihat lalat terbang ceria dalam bus kami, Medan- Padang. Membumbung naik di jok hijau penumpang, turun ke lantai dan sesekali menyinggahi tong sampah, hingga manuver-manuver ciamik yang ia peragakan atas kekagetan. Yaa, dia disini saja. Tak menjauh ataupun keluar. Atau lebih tepatnya bisa jadi tak jumpa jalan keluar. Wallahualam.

Lantas saya bertanya dalam hati, sadarkah ia jika hari ini ia masih tetap bertahan disini sampai esok, ia telah  jauh berjalan? Mungkin ia hanya lihat jok-jok hijau penumpang, bulatnya stir dan atau tirai kaca yang sudah mulai lusuh. Atau mungkin ia hanya hirup udara yang sama dengan otomasi sekali lima menit semakin wangi, dengan sprayer elektrik.

Oh tuhan, semoga ia memang punya tujuan yang sama denganku, kePayakumbuh. Kalau sandainya ia salah kaprah dan menganggap bahwa ia sedang tidak kemana-mana, semoga tuhan segera sadarkan dan tunjuki jalan keluar dari sini. Karena, esok pagi ia kan ada hampir seribuan kilometer daei keluarganya.

Semoga kita dan juga  -lalat- ini bisa mengambil hikmah, pada kondisi sekeliling yang sama dan tak berubah-rubah kita kadang lupa kemana dan mau kemana kita berjalan..

Tulisan kedua dari sekian banyak tulisan NgeBlog Berjamaah, thema mau dibawa kemana? Dalam perjalanan Medan- Payakumbuh. Diatas kenikmatan tiada tara, bangku tempel krat coca cola.
Cc @zuhdi2022 @nadya_syahidah @yoan_dolang @fitttrahsari dll semuanya

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s