Ramadhan : Kompetisi Teraneh

Ramadhan, satu nasib tak serupa

Peluangnya sama, natijah berbeza…

… Mereka gembira kerana kedatanganmu

Kami gembira, dengan pemergianmu…

(nadamurni, the zikr – ramadhan dua zaman, 1989)

Ini adalah Kompetisi teraneh.!!

kompetisi teraneh

Yaa, ini kompetisi teraneh. Kompetisi yang sulit kita gambarkan semuanya. Ini kompetisi teraneh, dimana lagi kita cari sebuah perlombaan, dan kita yang menentukan criteria yang berhak meraih pemenangnya.

Ini kompetisi terlangka, yang kita tidak sedang berlomba dengan siapapun kecuali dengan diri kita. Kita bukan berlomba dengan saudara kita, dengan orang-orang terdekat kita, ataupun dengan orang-orang yang pernah kita jumpai. Kita berkompetisi dengan diri kita. Kita berlomba, berkompetisi, bermusabaqah dengan musuh kita adalah diri kita. Saya katakan lagi, ini kompetisi teraneh dimana lakon dan musuh itu satu orang tanpa penjelmaan, DIRI KITA…

Ini kompetisi pekajaman, bahwa kita tak punya parameter untuk menggapai predikat juara, kecuali masa lalu kita. Adakah ia lebih baik dari Ramadhan masa lalu? jika parameter kemenangan kita pada orang lain, semoga kita sadar bahwa kita belum berhak masuk ke arena kompetisi langka ini…

Ini adalah kompetisi terlangka, teraneh, pekajaman dan kompetisi dengan logika yang tak sampai tentang sebuah perlombaan. Tapi pada satu kesimpulan yang pasti, bahwa ia sudah punya hadiah yang pasti. Surga…

Selamat berkompetisi, pada medan Ramadhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s