PSSI kita

Kemaren ikut kajian kampus. Biasalah, ecek2nya mahasiswa. Bahasan ya tentang fiqh siyasi. Kajian berat. Seberat beton bertulang anak sipil, Cuma, disini gak bakalan bahas-bahas tentang kajian fiqh nya. Disini bahas yang ringan2 aja”

 

Zinedine-Zidane-headbutt

Setelah kajian yang panjang, ada anekdot yang saya rasa sangat perlu untuk kita renungkan. Yaa, kita. Aku, kamu dan dia harus resapi dan maknai anekdot/ guyonan ustadz ini. BUkan untuk kemudian tertawa saja, kemudian meletakkannya sebagai hiburan semata. Tapi mungkin ada yang lebih mahal bisa kita ambil dari sana, apalgi kalau bukan hikmah.

Setelah kajian padat dan berat tadi, dan banyak analogi2nya, akhirnya tiba2 ustadz yang menyampaikan maeteri bertanya. Apa yang membuat Zidane marah pada Materazzi sehingga menyebabkan ia terpaksa menanduk Materazzi? Kemudian, ustadz menceritakan kisah versi dia. Yaa, anekdot saja. Sekedar guyonan…

Peratama, Materazzi menghina Zidane dengan membawa2 hal yang bersifat SARA. Hal-hal yang sensitif tentunya. Seperti orang bisulan, maka menyentuh hal2 berbau SARA ini adalah menyentuh puncak bisulnya. Tapi Zidane bersabar, dan bisa mengendalikan emosinya. Hingga permainan tetap berlanjut… Dan Materazzi tentunya, mencari cara yang lebih efektif untuk merusak kesabaran Zidane…

Kedua, Materazzi mulai menyerang pada keluarga Zidane. Yaa, dengan menghinakan Zidane tentang nasab nya. Tentang kejelasan keturunan Zidane. Tapi tetap saja. Itu kemudian tidak membuat Zidane kehilangan kesabaran dengan umpan-umpan  pemancing emosi ala Materazzi, dan seperti biasa. Permainan dilanjutkan.. Dan Materazzi memikirkan cara terbaik untuk membuat Zidane kehilangan kontrol pada kesatabilan emosinya.

Ketiga, dan yang terakhir, cacian inilah yang membuat benteng2 kesabaran Zidane hancur berantakan. Luluh lantak porak poranda hanya dengan satu kalimat cacian Materazzi. Lantas, tahukah kita apa yang dibilang Materazzi pada Zidane? Ternyata, Materazzi katakan gaya permainan bola Zidane seperti permainan PSSI. Makanya Zidane naik pitam.

Yaa, Selamat mengambil pelajaran. Sejuta harapan untuk PSSI🙂..

Endonesiaaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s