Kenangan : 26102008

261008

Kenangan : Photo ini tepat diambil pada 3 tahun yang lalu. yaa, 2008. Pada bulan oktober. Selalu memberikan kenangan tersendiri pada bulan-bulan oktober ini. Terlebih dimulai dari 3 tahun belakangan. Saya merasa bahwa selamanya mungkin akan bisa sekedar jadi komentator saja lagi, apakah itu pada sepakbola, apalagi badminton yang ternyata lebih butuh lutut yang kuat.

Tiga tahun lalu, serasa bahwa kenikmatan dunia setidaknya tak lagi full saya temui. Sedih? Pastinya. banyak pasal yang membuat sedih, kata Imam Syafii, berjalan itu adalah kenikmatan. Maka berjalan utuh adalah sebuah kenikmatan diatas kenikmatan. 

Tiga tahun lalu, kesedihan ini menjadikan ia berlipat-lipat karena telah membuat sedih pada orang-orang yang mencintai saya. Keluarga… Apalagi wanita berhati syurga, yang selalu mencemaskan saya. Bahwa ketika mimpi yang agak aneh saja maka kecemasan selalu ia muntahkan dengan menanyakan kabar saya. Tiga tahun lalu…

Tiga tahun sudah berlalu, kemudian kaki saya sudah seperti dulu, walaupun tidak seideal semula. Tapi jauh, semua ini diatas perkiraan saya. Semuanya… Perkiraan saya, mungkin rasa ibalah yang kemudian terlintas kepada orang2 yang melihat saya. Atau akrab dengan si Pincang, tak lah masalah –walaupun, kalau iya tentunya sedih-. Say juga sudah mencoba menguatkan hati, untuk kemudian juga siap dipanggil dengan sebutan itu. Paling tidak menguatkan dalam hati, bahwa orang itu tidak salah. Bahwa saya memang pincang.

Tiga tahun sudah, menguatkan diri pada ketetapan Allah, bahwa Ia ambil milikNya, bukan milik saya. Berat, seberat menahan kesedihan kesedihan itu. Bukankah semua milikNya yang dipinjamkan kepada saya tak semuanya diambil kala itu? Bukankah lebih banyak milikNya yang masih diberikan pada saya hak pakai dibandingkan yang diambilNya? Ini hanya penguatan hati, tetap saja ia berat. Sangat berat…

Tiga tahun sudah saya melewati hari-hari, dimana setiap hari harus berlatih berjalan. Setengah jam setelah subuh paling tidak. Mengitari dan belajar berjalan seperti layaknyabalita. Belajar berdiri, belajar berjalan dengan pegangan dinding, belajar berjalan dengan sesekali melepaskan pegangan pada dinding. Dilanjutkan dengan belajar berdiri satu kaki, bergantian.  Dan sore, memasang obat-obat khas rempah Karo. Dan mengganti perban pagi dan petang, seperti jadwal dzikir ma’tsurat.

Tiga tahun sudah, saat saya merepotkan saudara-saudara. Dengan jadwal rutin dia harus ke pasar tradisional untuk kemudian mencari semua perlengkapaana untuk saya. Jeruk purut, dan rempah lainnya.

Tiga tahun sudah ia berlalu, banyak mungkin janji2 kebaikan yang di azzamkan ketika sakit, mungkin lupa. Mungkin sengaja dilupakan. tekad2 menjauhi dosa, ketika sakit, mungkin setelah sehat lupa, atau sengaja melupakan.  tekad tak lagi membuat kesedihan, tak lagi jadi sumber kecemasan, tak lagi ini itu dan banyak lagi janji2 lainnya.

Tiga tahun sudah, dan hari ini saya merasa tak ada yang kurang pada saya, kecuali rasa syukur padaNya.

Untuk sahabat-sahabat terbaik, semuanya. terima kasih atas ukhuwah, persahabatan dan kekeluargaan. Semuanya, maaf jika tak pandai balas budi. sering menyakiti hati dan perasaaan. Sekali lagi, Ingatkan dikala lupa, kokohkan dikala goyah.

Salam []

8 comments

  1. “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha . .”

    – dalam keterbatasan qta, Alloh anugerahkan banyak keistimewaan dan kelebihan dalam diri yang akan menjadikan qta makin bersyukur dan kuat serta makin memotivasi diri untuk lebih banyak beramal –

    dalam sakit, ada nikmat yang diselipkan…
    dalam sakit, ada maghfiroh yang diberikan…
    dalam sakit, ada syukur yang diamalkan…

    keep on fight . . .

  2. yg an pelajari dari setiap musibah bg, Allah akan mmberi kebaikan dan hikmah yg jauh lebih hebat dari apa yg pernah kita bayangkan. siap2 aj bg😀

  3. hemm..si ichat..jadi nangis bacanya.. menginspirasi diri ini yang sedang mencoba mencari hikmah dalam sakit yang dialami. dan akupun tak sanggup melihat wanita berhati syurga menghiasi malamnya dengan rintihan air mata doa untuk untuk ku yang terkadang terlalu sering melukai hatinya,, (hikss…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s