Lelaki Hujan [2]

image

Kemudian aku tersentak.
Pada pertanyaan awan.
“Sampai kapan kau disini bersamaku?”

Dan kurang jelas kupingku menerimanya
Mungkin karena gemuruh, kilat dan sabetan kegaduhan langit.

“Sampai kapan kau disini bersamaku?” ulang awan.
Barulah jelas kuterima.
Kaget, pastinya.
Grogi, tentunya.
Serobotan tuturmu mendarat didada ini.
Ini bukan tanya, rasaku.
Ia tak minta jawaban, bathinku.

Hujan!
“Sampai kapan kau dsini bersamaku”
“Sampai kau tak lagi bisa bertahan dan menahanku”
Setengah sadar, hanya sebait jawabanku pada awan.

Dengan serta merta alam bersedih.
Menangis.
Karena ia telah pisahkan aku dan awan.

Dan aku telah membumi.
Membasahi suka.
Pada sepotong sore dihalte penuh penantian.

Dan aku lelaki hujan.
Basah… []

8 oktober 2011- kehujanan di halte, disamping wanita skyzo.

5 comments

    • Yoop..
      Alhamdulillahilladzi faanzala’alainal Amthoro. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan hujan. | Dan sekarang, Langit Medan sedang bertasbih. Kamar Inspirasi RankMudo™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s