Mutiara

Agar kau tahu.
Agar kau paham.
Setinggi-setinggi orang menyanjungnya diatas air.
Masih saja ia dari dasar lautan.

Agar kau tetap paham.
Semahal-mahal mutiara.
Tetap saja ia dari butiran pasir.
Tiada mutiara yang hadir.
Kecuali harus mengorbankan cangkang.

Dan aku adalah cangkang.
Tempat bersemedinya pasir.
Tempat menjelmanya mutiara.
Meraup pasir, merawat mutiara.
Tapi tetap saja.
Aku cangkang…

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s