Kenangan

Dan mungkin hanya seinchi.
Atau sehasta dan sedepa.
Atau pada jarak yang tak terbilang.

Biarlah kusemai.
Semua rasa yang tak terdefenisi ini.
Pada tenangnya telaga ini.

Biarlah kutabur.
Segenap rintihan asa tak bertuan ini.
Pada luasnya hamparan telaga ini.

Kau sebut ini danau?
Aku lebih senang menyebutnya laut.
Hanya saja, tuhan sengaja tak taburkan garam disini.

Wajarlah ia tak digarami.
Karena ia kan menerima tumpahan rasa-rasa.
Asam,asin, manis dan pahit.
Menutup, mengubur dalam.
Menghujam…

Toba, Oktober 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s