Medan dan Keberhusnu zhan-an…

Medan – nan ramah- mengajarkan semua yang datang padanya untuk berbaik sangka pada semua kejadian. Apapun itu. Medan mengajarkan berbaik sangka pada kejadian baik,dan itu biasa.
Lantas, apa ajaran baik Medan pada kejadian tak baik? Banyak… Banyak sekali, kawan.
Ketika jalanan panas dan dibawah terik mentari dan kita terseok diatas kendaraan bermotor, maka di Medan kita tak perlu cemas. Karena kata orang, 100 meter didepan kita kehilangan angin ban sepeda motor kita, pasti sudah disediakan sebuah plang nama dengan tulisan jelas “TEMPEL BENEN”. 😐
Kurang ramah apalagi Medan Kita. Tak lagi perlu berburuk sangka pada semua kejadian. Tak perlu berburuk sangka pada Medan. Karena seperti kemaren kukatakan, semoga Medan masih tetap ramah untuk kita.

*@tukang tambal setiabudi….

2 comments

  1. kebaikan medan tidak hanya terkenal di medan mu sobat. di pinggir jalanan jakarta yang panas pun tawaran bantuan akan tampak setelah roda sepeda motor kita tidak lagi ber’angin’…
    si A : bang tambal ban ya..!!
    Si B : bentar dulu bang, ngantri duluu… ini ada tiga yang ngantri, sabar lah sebentar…

  2. Hahaa, d Jakarta tukang tambalnya orang Medan y? Kalau d Medan, orang Medannya bilang, taknya perlu kau cemas dimana “keretamu” tak lagi berangin. Karena seratus meter di depannya, pastinya itu ada tukang tambalnya. Orang dianya yang tebar pakunya. Ya iyalah, katanya..

    *uppsss, gak boleh suuzhan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s