Tak Usah dikomentari

Kadang guyonan tetaplah guyonan. Tapi kalau menyangkut nyawa, maka ia bukanlah sebuah guyonan. Ia penzhaliman. Karena nyawa tak ada yang bisa mengurusnya untuk kembali. Kecuali pemiliknya. Guyonan tetaplah guyonan. Tapi tak lagi ada cerita tentang guyonan dengan nyawa. Karena nyawa bukan untuk dipermainkan, kawan…

*) Guyonan ini semakin menyadarkanku, bahwa banyak yang belum siap kehilanganku. Pun aku.
*) Menjumpai wanita berhati surga, sehatkah kau disana, Bunda..

5 comments

  1. Kita tidak akan pernah siap untuk kehilangan diri kita, dan tidak akan pernah, sebagaimana mungkin orang lain tak akan pernah siap kehilangan diri kita
    *WithLove*

  2. jadi pengen ikut nangis bacanya..TERHARU..(ingat saat peristiwa ini menimpa ku, dan bunda langsung duduk menyandar ke dinding, sambil menangis, sedangkan ayah langsung segera mentransfer uang, namun alhamdulilah masih sempat di cegah pihak bank)..
    Sampai kapan pun, hati ini tak kan rela, air mata ketulusan itu menetes dari seorang wanita yang selalu berdoa, jika diizinkan dia rela mengurangi sisa umurnya untuk keberkahan usia anaknya..hem..bounding mother with her daughter or son..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s