Kisah 3 Danau

Postingan yang sudah lama dijanjikan, dan sepertinya ada yang menanti2 postingan ini.🙂

Barulah kali ini sempat melunasi janji2 ini. Tentang sebulan yang penuh dengan perjalanan. Bulan2 yang penuh dengan jadwal jalan-jalan yang padat. Ada 3 Danau di 3 kota berbeda, di propinsi berbeda yang kemudian dikunjungi dalam 1 (satu) minggu. Lelah, tentu tidak. Justru jalan-jalan ini, sebagai pengurai kelelahan dan akumulasi keletihan jiwa (beghh, bahasanya) ytang telah mengendap dalam diri ini. Heeh.. Karena akhir-akhir tahun 2010 adalah tahun-tahun penuh tekanan. :p. Berikut. liputannya..

[1] Danau Singkarak

Danau Singkarak, menjadi pembatas dua kabupaten di Sumatera Barat. Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Jalan-jalan ini, agak sedikit memberikan sensasi yang luar biasa. Tentunya bagi kami yang merasakan, yang baca hanya mungkin bisa bayangkan. Sebenarnya, gak sempat singgah disini untuk main2 air apalagi mandi-mandi. Hanya lewat, mengitari dan istirahat sejenak dipinggir Danau. Tapi perjalanan ini benar-benar berkesan.

Perjalanan ini, pada tanggal 17 januari 2011, adalah bertujuan untuk mengahdiri aqiqahan ponakan pertamaku. M Tsaqif Elazka. Ponakan itu adalah kado penyemangat ku untuk Sidang Skripsi 12 Januari. Ia lahir 11 januari 2011. Kalau diangkakan kira-kira begini, 11 1 11. Angka cantik. Tentu sesuatu yang mahal, layaknya nomor hape. heeh, nggak nyambung. Tpi benar ia sangat istimewa. Sampai2 GIGI nyiapin lagu jauh2 hari untuknya dengan judul 11 Januari. *hee, makin ngawur.

Dan kami berangkat dari Payakumbuh ke Kota Solok Naik Sepeda Motor. (kereta, klw orang medan bilang). Saya berdua dengan bidadari pertama yang Allah anugerahkan untukku, Mama😀, danSatu lagi Oomnya Elazka naik BEAT. Perjalanan yang biasanya memakan waktu 3 jam, kami tempuh dengan santai-santai saja. hingga kami cuma butuh 2.5 jam. Hehee.. Fakta yang tak sempat diungkap sejarah adalah (seeehh), ini kali pertama mamaku mencoba menikmati sensasi 100km/jam diatas sepeda motor. Tapi dia sangat paham, bahwa ini adalah perjalanan AKDP (antar Kota Dalam Propinsi) makanya mama mafhum. hehe,  alasan.. Karena, aku adalah pengendara yang tak suka ngebut2, seringnya 25km/jam aj dalam kota.😀 Berikut sedikit hasil jepretan asal2an nih.

Jalan baru memasuki kawasan Danau Singkarak

blog3 

Singkarak dari masji yang ku lupa namanya

blog1

blog2

Singkarak dari Sisi lain

blog5

blog4

blog7

Kalau foto bidadarinya nggak usah aja yah. Maaf untuk yang penasara. heee :p.

 

[2] Danau Maninjau

Ini adalah tanah, dimana salah satu -orang besar – bangsa ini punya sejarah disini. HAMKA.

Lain Singkarak lain Maninjau. TerletaK di Kabupaten Agam. Kali ini, perjalanan hanya untuk Rihlah bersama kawan-kawan dari Medan. heee, gaya,,, Tepatnya 19 januari, 2 hari setelah mengitari Singkarak, sekarang giliran  Danau Maninjau minta perlakuan sama. :p Bukan ada tujuan khusu tapi hanya sekedar melihat Maninjau saja, masihkah ia seperti dulu. Hehe, Sayangnya perjalanan kali ini harus terpuaskan hanya dengan sedikit mengelilingi dan mengitari danau sebentar saja. Tak lagi disini naik sepeda motor, melainkan dengan mobil. jauh lebih nyaman. Dan perjalanan Yang lumayan membuat perut –bagi yang nggak biasa- mual. Disinilah adanya Kelok Ampekpuluah ampek, –KELOK 44-Tikungan2 mematikan sepanjang perjalanan. Luar biasa. Kabarnya, supir2 jawa nggak ada yang berani lewati jalan ini.🙂

Sayang, perjalanan ini tak terlalu bisa kami nikmati dengan mandi-mandi seperti niatan sebelumnya. Karena kebetulan kadar belerang danau lagi meningkat, makanya banytak kerambah2 nelayan yang gagal panen. gara-gara ikannya keracunan belerang. Bau yang tidak begitu mengenakkan juga menjadi sebab salah satu alasan  kami mengurungkan niat untuk mandi di danau ini.  Akhirnya, kami hanya menikmati Masjid raya Batur, yang dibangun oleh Mantan Mensos Kita yang juga berasal dari negeri ini. Bachtiar Chamsyah. Mesjid yang luar biasa megah. Kemudian, juga menjadi rekomendasi saya untuk sesiap yang ke Maninjau, jangan samapi tidak singgah kesini.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan pesta makan pensi dengan memborongnya dari penjual dipinggir jalan. hati-hati, karena tak semua perut, akur dengan ini. Saya sampai muntah2 2 hari sepulang perjalanan ini. Tapi nggak semuanya jg lho, lain perut lain standarnya. :p . kemudian dilanjutkan juga dengan makan siang di Rumah makan Tanjuang Alay. Benar-benar Alay dah. hahaa😀.

Karena tujuan utama tak tercapai, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Pariaman. Ke Pantai Gondoriah. Di sinilah menghabiskan sore dan menikmati Pantai yang asri, meski sedikit kurang terjaga. Ini juga kali pertama saya kesini. Lumayan berkesan. Kemudian, pulang ke Kota Terbaik, Payakumbuh, dan tak lupa singgah di Bukittinggi, hanya unutk sekedar makan bakso yang katanya Enak. haaah.. Baik, ini dia liputan fot2 amatiran, asal-asalan. Jadi harap maklum…..

hasil jepretan sambil Mobil Melaju, jadi harap maklu, sedangkan diam saja tak bagus, palagi smbil jalan.🙂

maninjau1

 maninjau 2

Piew dari kelok 27

MANINJAU3

maninjau4

maninjau5

Nah, ini adalah Masjid Raya Batur

maninjau6

maninjau7

Maaf, ada modelnya, dan maaf sekali lagi,modelnya bukan saya :p

maninjau8

maninjau9

maninjau11

maninjau10

Nah, itulah sedikit lanjutan dari perjalanan, Akhirnya diteruskan ke Pantai Gondoriah. Luar biasa. Walaupun sedikit ‘aag”. nih poto2 nya. Kalau disini photo2 model gt. tapi saya tak ikut, hanya jadi potograper kacangan. hee, sekali lagi jangan kecewa…😀

gon1

gon2

gon3

gon4

gon5

gon6

Kalau ada yang tertarik dengan model, hubungi saya. Hee, Tak kasih ntar harga ukhuwah. :p

Akhirnya perjalanan di kampung halaman harus dipending untuk sementara. karena Medan nan Ramah menanti untuk kembali lagi mencari sesuap nasi. Medanku…..

[3] Danau Toba

Perjalanan kesini, adalah perjalanan pertama saya setelah 5 tahun lebih di Medan. Baru 2 hari dari kampung Tercinta, saya harus mengunjungi Danau Toba untuk perjalanan dinas. wkwkw. Sok2.🙂. Tepatnya 25 Januari. Nah, ini akan mendapat postingan khusus. Karena dalam beberapa minggu saja, Setelah itu,  saya sudah 3 kali berulang mengunjunginya. Dan insyaAllah ada postingan khusus tentang Toba. Selamat menanti lagi :p

================================================================

“Masa paling indah adalah masa setelah sidang akhir dan sebelum wisuda, setelah itu, makin indah”

banyak keindahan alam yang mungkin kita belum sempat mengunjunginya, kunjungilah ketika masih bisa untuk berjalan.  Karena kelak, kita tak lagi bisa seliar  ini. Karena ketidakbisaan fisik, atau ketidakbisaan bathin. Salam Pejalan! :p

10 comments

  1. keren juga postingannya,.jd kepengen jd orang singkarak,.ahhaaa..🙂
    hmm..selesai dah absennya d blog ini..terimakasih da

  2. wew..haruskah ditakdirkan untuk menanti lagi??
    *gubraakk
    kalo di antara modelnya ada yg penunggu singkarak boleh juga..hehe
    :p

  3. ‘af1 da david, tertarik komen ttg ikan mati masal di danau maninjau. peristiwa ikan mati masal di danau maninjau disebabkan oleh upwelling.
    “Upwelling adalah naiknya air di dasar danau karena suhu air di permukaan lebih dingin daripada suhu di bawahnya. Fenomena upwelling merupakan gejala alam yang terjadi secara rutin, khususnya di awal musim penghujan saat cuaca mendung dimana intensitas cahaya matahri sangat rendah sehingga menyebabkan rendahnya laju fotosintesis dan rendahnya produksi oksigen (O2) dalam air. Pada kondisi hujan terus-menerus, suhu permukaan air rendah sehingga massa air di dasar danau lebih hangat yang berakibat massa air (baik berupa padatan maupun gas) di bawah itu naik ke atas yang membawa senyawa toksik (NH3 dan H2S) sehingga ikan-ikan sulit bernafas karena konsentrasi oksigennya minim yang mengakibatkan kematian massal ikan”

    klu krn belerang sj, yg menjadi pertanyaan dr mn sumber belerangnya? jd, terjawab sudah. tidak hy krn belerang ikan mati masal, tp salah satunya krn H2S. dan sumber terbesar salah satunya dr aktifitas ikan kerambah yg semakin bertambah banyak di tepi danau. ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem danau.

    btw, pencegahan n penanggulangannya sdh ada yg mengulasnya di sini http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=363:upaya-pencegahan-dan-penanggulangan-upwelling-bagi-pembudidaya-ikan-keramba-jaring-apung-kja-di-danauwaduk&catid=117:berita&Itemid=126

    link nyo msh bulan April ko, jd info pencegahan n penanggulangan ko msh info baru. dosen2 mel c alun ado sosialisasi cr2 penanggulan ko, cm share masalah di danau c baru. berhub info baru jd rancak di share:mrgreen:

    *penting g penting anggap penting ajo da😀

      • senyawa toksik bs bersumber dr pakan yg diberikan (mengendap didasar danau), seiring banyaknya jmlh keramba yg ada disekitaran danau.

        hehe, mudah2an pengusaha keramba nyo rajin surfing😀
        tp klu uda kenal jo bupatinyo, bs pulo uda manyampaian nyo tu, ajak se bupati nyo minum kopi ka kadai😉

  4. baru nyasar nech kesini =)
    pastinya ke maninjau tanpa ada penghuni ya jelas aja gak seseru yang dibayangkan =P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s