Keakuran

Tingkat keakuran, tak selalu berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Orang-orang cerdas dalam sebuah klub2 peneliti, kemudian berselisih paham, dan Tak bersapaan, tak akur juga akhirnya. Gagallah proyek itu.  Orang-orang dengan kecerdasan tinggi, kemudian berkumpul untuk proyek besar, dengan titel-titel akademik yang lebih panjang dari nama aslinya, tak menjamin keakuran akan senantiasa membersamai mereka.

Keakuran adalah output hati. Ceileeeeeeh…🙂 Letaknya pada organ yang digantungkan di rongga dada kita. Taklah ia terlalu besar, tapi semua dipengaruhi olehnya.

Kesimpulan hari ini, bahwa keakuran adalah output dari ketenangan hati. Bukan hadir bersamaan dengan lahirnya titel-titel yang panjang. Orang-orang dengan tingkat kecerdasan dan pendidikan yang tinggi, tak serta merta keakuran langsung hadir bersamannya dan bersama orang-orang yang membersamainya. Keakuran, tak langsung hadir ketika gelar-gelar akademik disematkan. Atau tamatan SD sudah pasti   tak bisa menghadirkan keakuran. <—Tentu ini anggapan yang salah.

Inilah dia pamungkasnya. Seorang tamatan S3 saja, belum pasti bisa hadirkan keakuran. Palagi tamatan S1. Parahnya lagi, yang belum tamat S1. Keakuran, settingnya dihati.

*catatan galau, kamar inspirasi…

5 comments

  1. bukan hanya output hati tetapi juga penjumlahan antara input2-input2 dari gabungan beberapa angka atau numerik yang membentuk kategori yang dinamakan Kecepatan cahaya…ya cahaya hati putih nan suci yang menembus semua sel-sel yang ada hingga keluar OUTput yang penuh keikhlasan..kesyukuran…dan kepasrahan..hikss…mulai parah nih gak nyambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s