Untuk Kita Renungkan

Kemenangan malam ini, tetap akhirnya berujung kekalahan untuk timnas Indonesia. Tetap saja Kita harus merelakan trofi itu untuk tetangga kita. Dan kita tak punya budaya untuk mengkalim kemenangan ini sejatinya milik kita. Karena mencuri bukan budaya kita. Alangkah sedihnya Imam Bonjol, Buya Hamka, bukan hamka hamzah  Kihajar Dewantara,  Sukarno, wali songo, bahkan Gusdur sekalipun kalau kemudian ia tau penyakit itu sudah menular pada kita. Karena mereka sangat yakin, bahwa kita tak akan segoblok itu. Bukan karena apa-apa, hanya saja karena mereka tahu bahwa mencuri bukanlah budaya kita.

Kita mungkin kalah dalam jumlah gol, tapi kita telah menang telak dalam keteladanan. Keteladanan kita terlalu mahal untuk hanya mau digadaikan dengan US $ 100.000.  Sebelas pemain memberikan kebanggan bagi bangsanya, ratusan ribu supporter  Indonesia, memberikan keteladanan tak hanya untuk Indonesia saja. Untuk semua bangsa.

Salut untuk semua bola mania tanah air atas . Salut untuk Riedhl. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s