Sepakbola dan Cinta Kita… [bagian 1]

Kurasa, tahun inilah momen2 kebangkitan sepakbola negeri ini. Mungkin rasa cinta dan semangat nasionalisme kita yang semakin pekat, kemudian semakin menampakkan rasa cinta dan apresiasi yang luar biasa besar terhadap persepakbolaan negeri ini. Prestasi yang semakin membaik dipenghujung tahun, naiknya kualitas permainan, hasil-hasil pertandingan yang “wah” pada event-event besar tahun ini semakin menguatkan lagi rasa kecintaan itu. Ditambah lagi, semua kebanggaan itu lahir ditengah keterpurukan dan kerusakan secara sistematis yang sadar ataupun tidak sedang bersemayam pada tubuh PSSI kita.  Tentu semua itu menjadi hal yang membanggakan. bukankah begitu?

Dan kemudian berwal dari sanalah, semuanya merubah hawa kecintaan negeri ini terhadap dunia sepakbolanya sendiri.  Hasil-hasil yang ditorehkan pada pertandingan-pertandingan penting, mengalahkan lawan-lawan yang berat, menampilkan permainan yang ciamik tentu bukanlah kebiasaan timnas kita pada tahun-tahun sebelumnya. Penggila bola negeri ini, kemudian menyadari dan mulai memahami bahwa timnas kita bisa persembahkan lebih dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya. Semua dukungan tentu diberikan, sebaik mungkin tentunya. Bahkan dengan sekedar membeli baju bola timnas dengan polemik  garudanya itu.

Tentu kecintaan bangsa ini pada timnas kita , berusaha agar ia tidak bertepuk sebelah tangan. Agar ada yang  menyahut, agar ada yang meyambut. Tentu, dilapangan semua itu hanya diwujudkan dengan sebuah kemenangan. Ataupun seburuk mungkin, bukan dengan kekalahan. Dan hasil ketika melayat melawat kenegeri tetangga baru-baru ini seolah merontokkan pohon-pohon cinta yang telah lama kita bangun. Seolah sudah meruntuhkan segala asa yang ada.

Tidak kawan, kau salah kalau kemudian beranggapan seperti itu. Keliru besar kawan. Aku ingin bingkiskan sebuah ulasan dari Bambang Pamungkas, yang sudah melakoni ketika kita hanya bisa support diluar lapangan. Tentang menang dan kalah. Silahkan kau baca disini,. Benarlah katanya, tak ada yang mau kalah. Tapi cinta dan sepakbola memiliki kesamaan, bahwa ia tak boleh dipaksakan. Kadang, kita juga harus bersabar diri atas kekalahan. Kita harus mencerdasinya.

Apapun ceritanya, GARUDA TETAP DIDADAKU!!

*bersambung ke bagian 2, yang nggak tau mau ngulas apalagi.🙂

NB: Coretan dari Kamar Inspirasi. Dibingkiskan khusus untuk semua yang sedih atas kekalahan timnas kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s