Ragam Cemas

Kalaupun kau cemas, akupun juga.
Aku tak lagi tahu seperti apa caranya
Agar kau tahu, aku mencemaskan semua kecemasanmu.

Kecemasanku pada kecemasanmu
Jauh diatas kecemasanmu padaku.
Agar kau tahu, bahwa cemas ini tak hanya milikmu.

Apa aku harus bicara pada putihnya awan
Dan bertutur tentang kecemasanmu
Atau aku harus berbincang dengan deburan ombak yang menepi.
Tentang kecemasanku.

Atau aku harus menyatu dengan ombak.
Hingga tak ada yang musti kuceritakan padamu lagi.
Tentang laut itu disana.
Yang naik dan menarik ketentraman ketepi *

Aku tak tahu harus bicara apa lagi, dengan siapa lagi.
Tentang kecemasanku, kecemasanmu.
Kecuali padaNya, tempat labuhan cemas-cemas kita.

Atau Kau masih ingin dengarkan senandungku…

 

Kamar Inspirasi, muharram 1432h

*) baris Kutipan Syair WS. Rendra, Dalam Pasang.


2 comments

  1. wak ndak komen puisi e do, ndak bidang wak do..
    wak komen yang tasalek-salek se
    tentang merk “kamar inspirasi”, aha iyo baruntuang wak ma, karen alah pernah singgah ka kamar inspirasi tu.. dapek tigo buah stiker…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s