Muharram Merah…

Kenapa musti merah kalender di 1 Muharram? Sekolah diliburkan, kerja diliburkan. Sejak kapan ini ya? Sejak jaman nabi? Tentu tidak. Saya pun tak tahu alasan awal kenapa harus diliburkan…

Cuma, sedikit saja yang saya bisa tarik benang merahnya, dengan pendekatan pribadi. Kali saja, sehari yang dimerahkan itu adalah waktu untuk kita diam sejenak. Untuk bertafakur sejenak. Untuk menerawang sejenak. Atau untuk sedikit mencerdasi, tentang apa-apa yang kita lakukan setahun yang lalu. Atau untuk sedikit mengevaluasi apa-apa yang kita lakukan atas 365 waktu yang bernama kemaren.

Itu saja cukup? Saya rasa tidak, karena kita juga punya keharusan untuk merencanakan 365 waktu yang bernama besok. Mungkin (-sejatinya saya-) kita bisa mencerdasi semuanya dengan semua teori tentang manajemen diri yang luar kepala tak lagi sulit untuk mengingatnya. Luar kepala! Tentang POACE. Tapi, kadang ia hanya ada diluar kepala, bukan didalam hati… Bahkan, dalam igauan pun, dalam setengah sadarpun, POACE itu sudah menjadi reflek untuk kita tuturkan. Untuk kita tuturkan…

Saya kira, setidaknya hari ini hanya ini benang merah yang bisa kita ambil tentang kenapa harus (kita nikmati) merahnya kalender setiap satu Muharram. Satu hari itu, adalah sarana Perencanaan dan Evaluasi kita. Bukan hari untuk berleha-leha. Apalagi kalau kemudian hari itu kita habiskan hanya untuk membalas sms selamat satu muharram saja. Duh…

*) Kamar inspirasi bert(K)uah..

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s