Balada Kelapa dan Telur Ayam *

Ini adalah kisah kelapa dan telur ayam. Satu alamnya di udara, satu lagi didarat. Satunya tinggi, dan satunya lagi tidak. Satu berkulit tebal, satunya lagi bercangkang tipis. Tapi kemestian membuat mereka berjumpa, dalam gulai di kelas bawah ataupun dikelas atas, mereka kan berjumpa dalam rendang telur. Setinggi-tinggi kelapa, serendah-rendah telur keduanya kan jumpa

Seenak-enak hasil olahan telur dan kelapa, kita musti tahu beberapa prosesi sebelum keduanya bisa berjumpa. Entah itu dalam kuali, periuk, ataupun dalam wadah lain-lainnya. Dan kelapa, pernahkah kita melihat bahwa ia diangkut dengan rak-rak yang teratur, dan tersusun rapi, apakah dalam mobil, truk ataupun diatas motor? Ternyata tidak. Malahan, kita lebih sering melihatnya tersusun berantakan, tumpang tindih dan selama masih bisa diselipkan, ya diselipkan. Sebelum ia sampai didarat, ia dijatuhkan dari pohonnya yang tinggi, tanpa ada ketakutan akan rusaknya kelapa. Itulah, balada si kelapa.

Lain cerita kelapa, lain lagi cerita telur. Membawanya musti memakai rak,tidak bisa tidak.Kecuali satu atau dua butir saja. Membawanya, sudahpun pakai rak, harus juga hati-hati. Karena rak tak juga bisa menjaminya tidak retak, tidak pecah apalagi. Sedikit cacat saja, semisal retak maka yakinlah bahwa harganya akan anjlok. Sedikit saja, tak perlu retaknya utuh yang membuat isinya keluar-baik putih telur, apalagi kuningnya- maka harganya akan anjlok. Sedikit saja dari pelindungnya rusak, maka ia tak dihargai selayaknya seperti apa dihargai.

Nah, kelapa, justru lebih aneh lagi. Malahan, ketika kulitnya sudah terkelupas, maka justru harganya semakin mahal. Semakin melambung tinggi. Karena kelapa, sudahlah lah diluar kulitnya tebal dengan peredam vibrasi dan goncangan yang sempurna, didalamnya ada tempurung yang kokoh membungkus putihnya kelapa, menjaga  kemurnian airnya. Wajar, kalau kemudian tak ada yang mencemaskan kalau ia harus dijatuhkan dari tempat yang tinggi, oleh manusia atau oleh monyet sekalipun.

  telurkelapa

Lantas, kenapa kita musti bercerita kelapa dan telur ayam? Tentu kita tak akan berjualan itu. Hehe.. Aku hanya ingin berbagi cerita bahwa dua hal tersebut adalah analogi simpel yang dapat kubingkiskan ulang tentang komparasi antara laki-laki dan wanita. Kelapa, adalah analogi sederhana tentang seorang laki-laki dan telur adalah analogi sederhana untuk seorang wanita.

Menjaga telur, agar ia tetap utuh jauh lebih sulit daripada menjaga kelapa. Tak ada yang begitu mencemaskan, kalau kelapa harus jatuh dari tempat yang tinggi. Tapi semua pasti akan cemas, ketika telur harus terbentur sedikit saja. Ya, Sedikit saja. Wajar kalau kemudian ketika telur retak sedikit saja, harganya akan turun drastis. Ia tak lagi punya kulit setelah cangkang tipis itu, melainkan kulit ari –entah apa namanya- yang jauh lebih lunak dan tipis dari cangkang. Wajar, dan harus kita pahami, kenapa telur harus berjodoh dengan rak-rak lusuh dalam keteraturan susunannya. Tidaklah berlebihan kalau kecemasan kita akan retaknya telur daripada jatuhnya kelapa dari pohon yang tinggi..

Mari, sama-sama menjaga diri.. Untukku dan untukmu.🙂

*) sebuah catatan kegalauan

4 comments

  1. oalah… lah dalam carito kini ma, tentang venus dan mars..

    tapi sajak dunia lah canggih ko, lah jarang basobok talua jo kirambie di dalam kuali, urang lah makan pizza se.. (nyambung ndak nyambung)

    • Hehe. Ndak bang. Ko carito untuak awak2 kasado e ko mah bang. Bialah na venus mars tu bang. Nan dek awak carito merkurius pluto c lah bang (cinto tak sampai) Hehe.. (makin ndak nyambuang).

      Ko carito untuak adiak bang nan di Medan ma. Eh, adiak-adiak maksud wak bang.🙂

      • eh.. eh.. lah pandai lo antum ma..

        insyaAllah, hari sabtu ini ana ke medan. ndak taragak antum kopdar? sambia minum teh talua jo karambie mudo, dakek bandara, agar bisa caliak pesaat landing jo tabang..

  2. Wkwkw, poi walimah da riza bang? Hmm, mantap tu bang. wak kasitu lo mah. Wak suruah e ngemsi. Wak ado acara lo jam sagitu. suruah undur n*kah e, ndak amuahnyo do. Hehe. sip2 bang. wak tunggu di bromo.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s