Kasihan…

Dan bukanlah kasihan, kalau kemudian membenarkan kesalahan.
Kalau kemudian ia adalah legitimasi kesalahan, maka itu adalah penikaman.
Dan bukanlah itu rasa iba, kalau cuma sekedar bisa membendung air mata.

Bukanlah itu kasihan, tapi penikaman secara halus.
Membunuh tanpa menyakiti. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s