Masih Masalah di Bus…

Belakangan, mungkin permasalahan Bus TransJakarta menjadi permasalahan yang mengisi beberapa headlines berita. Media cetak dan elektronik Dan saya rasa, untuk permaslahan ini, kita semua bisa merujuk ke Kota Padang. – walikota jangan gr🙂 – Ada beberapa aturan tak tertulis saya rasa, kemudian menjadi budaya bagi masyarakat Kota Padang dalam dunia perangkotannya.

Sebelum kita berbicara tentang budaya unik tersebut, sedikit mungkin kembali mengingatkan kepada kita bahwah menjadi pesona dikota Padang, kalau berbicara tentang angkutan kota. Bus kota, oplet, dll namanya. Masalah kemewahannya, jangan ditanya. Dimana, setiap melintas, ia adalah menjadi diskotik portable bagi penumpang.  Dengan settingan layaknya diskotik, ditambah desain minibar didalamnya, semakin menguatkan kalau ia adalah sebuah diskotik portable yang siap menghentak-hentak di telinga kita. 

 

Dan lampu disco, tentu tak ketinggalan. Seperti beberapa gambar berikut, tentang desain interior angkotnya. Dan saya rasa, tidak berlebihan ketika salah satu stasiun tv swasta emngatakan bahwa angkot di Padang, adalah yang termewah se Indonesia. Bandingkan dengan daerah lain? Jogja, duh. Dunia akhirat bedanya. Saya pernah naik bus kota disana, dan di lantai buskotanya ada lobang besar yang ditutupi triplek. Di Jakarta? apalagi… Ada tuh, metro mininya yang remnya diikat pake karet ban dalam. Tujuannya, yaa agar setelah rem diinjak, balik lagi keatas.🙂

Tapi sudahlah, kita tak hendak ingin membahas itu. Pendekatan bus TransJakarta, mungkin saja dengan bus kota nya di Padang. Ada beberapa budaya yang masyarakat Padang lakoni dalam bus kota. Kalau saya tidak salah, disana, yang perempuan pasti arah kedepan, dan yang laki tuh, otomatis di belakang. Nggak nyampur2. Setidaknya, ini menjadi budaya. Dan kalau kemudian, ada lelaki yang naik di bagian depan, sepertinya akan diikuti tatapan heran penumpang lainnya. Mungkin yang lain pada beranggapan, bahwa ia adalah pendatang, atau nganggap b*nci. Hee..🙂

– *nggak terlalu menjamin apakah masih seperti ini, maklum bukan orang Padang🙂

2 comments

  1. Alhamdulillah…
    Smpai skrg msh spt itu.
    Gitu juo dg bus kampus.
    Dpisah lk dn prmpuan pntu msuknyo.
    Tp sisi negatip bus kota pdg: kdg msh suko mamanuahan isi bus dg pnumpang (trutma jk pelajar brgkt/plg skola) smpai akhirnyo benar2 tuh penumpang berdiri tepat di pintu masuk.
    Ckckck….Berbahaya.

    • Ooo, syukurlah. Tapi kalau masalah penumpang, memang itu lo pesonanyo mah. Jo penumpang nan sasak2, ditambah gaya mambarantian bus kota tu. Pesan untk yang mau berkunjung ke Padang, jangan suka bertepuk tangan di dalam buskota. Karena, di semua bus kota, sepertinya sudah ada kontrol rem pada sensor tepukan tangan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s