Catatan Lepas Pantai

Bukankah hidup itu seperti deburan ombak di pantai?
Berlari, menjauh, menghempas
Namun, pada akhirnya?
Kembali kelaut adalah keniscayaan…
Karena distulah sejatinya ia berada.

Tapi disisi yang berbeda
Orang sibuk menyembunyikan ‘kandang ayam’ nya dari taplau.
Takut tapi angkuh.
Takut sama Pol PP, tapi angkuh sama Allah.

Laut menunjukkan ketaatannya pada hukum Allah
Sedang manusia…
Mempermainkan penciptanya []

Baris-baris dari seorang teman, yang sedang merangkai kata dipinggir pantai. Kepuitisannya diuji dengan hadirnya Pol PP yag lagi meraziai kandang ‘ayam’ disiang hari. Dan semakin membingungkan lagi baginya, akan kegoblok an sistematis yang ada. Bukankah ‘ayam’ siang hari tak pernah dikandang? Biar kubantu, menyampaikan rasa kebingungannya…πŸ™‚

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s