Nampaknya Kita Kurang Bersyukur…

Sebelum magrib, saya menyaksikan wawancara sebuah stasiun tv swasta dengan peraih NEM terbaik UN SMA 2010.  Seorang siswa IPA (sama seperti saya dulunya) SMA di Bali. Sangat mengharukan, ditengah prestasi yang gemilang, ternyata beberapa hari yang lalu masih kebingungan untuk sekedar bisa berangan untuk dmelanjutkan kuliah.  Kemudian seorang pelajar SMA d Jawa Timur, tak jauh beda nasibnya. Akhirnya, kalau gak salah diterima tanpa syarat d FK Udayana plus beasiswa. (tv one). Kalau saran dari sayan, ke UI aja, (tanpa maksud merendahkan), tapi jujur, saya belum bisa memberikannya beasiswa.🙂

Ini bukan cerita-cerita tahun ini. Sudah ada yang senasib, serupa tahun-tahun sebelumnya. Atau beberapa dekade yang lalu. Agaknya, takdir yang tak terbantahkan bahwa prestasi-prestasi yang luar biasa, ternyata lahir dari 0rang-orang yang serba kekurangan dari segi materi.  Kalau kita sedikit berpikir kritis, sejatinya orang-orang yang “dicukupi” dari segi materi, harus bisa sebenarnya memberikan nilai yang lebih dari 9.65 . Mungkin sejatinya 10 harus bisa dipersembahkan.

Apakah memang benar kesuksesan selalu dianugerahkan pada yang kekurangan? Hmm, bisa jadi. Banyak, orang-orang yang serba berkecukupan, bahkan sampai pada fase berlebihan ternyata mengecewakan dalam timbangan kesuksesan. Ataupun dalam keseriusan mempersembahkan yang terbaik. Akhirnya, sejarah (kembali) senantiasa mengisahkan orang-orang yang tersendat dalam materi akan melesat dalam prestasi. Mungkin kita bertanya, haruskah hanya  kekurangan materi memberikan nilai lebih. Atau, haruskah prestasi lahir dari orang-orang yang kekurangan?

Lantas, kenapa prestasi lahir dari orang-orang yang punya keterbatasan? Atau yang berada dalam kondisi yang jauh dari kecukupan? Jawaban yang sangat pasti, karena dunia begitu mudah melenakan. Dan orang yang berada pada kecukupan, ternyata punya kesibukan keduniawian yang lebih daripada mereka yang serba kekurangan. dan katanya, (ini katanya lho,🙂 ) orang-orang yang berkecukupan, punya cara TERPADU sebagai alternatif lain untuk mencapai tujuan. Tau kan terpadu? (Terpaksa Pakai Duit). 😀 . Baransiapa yang tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka ia akan disibukkan oleh keburukan . (kata ustadz🙂 )

Alasan kedua, Karena yang “terjepit” punya keharusan untuk mempersembahkan yang lebih. Terjepit yang memaksanya untuk berpikir lebih fokus, bekerja lebih produktif, berusaha lebih maksimal. Karena tak berpikir baginya adalah indikasi untuk semakin dekat mengakhiri hidup. Sementara? Hitam putih kisahnya dengan yang tidak lulus, tidak sedikit yang akhirnya ketahuan ternyata berasal dari keluarga yang berkecukupan. Aneh memang..😦

Jhalut, Fir’aun, Qarun dan sebangsanya, mungkin prototipe orang2 yang berkecukupan, namun tak bisa memberikan prestasi kebaikan, Kalau kemudian ada yang mengulangi kisah2 mereka hari ini, itulah fir’aun2 modern, Qarun2 modern.. []

*ada yang nepuk punggung, nanyain kapan wisuda. hehe, nasib.. harus serius. Jangan sampai menunggu terjepit.🙂

4 comments

  1. hehe..
    yuppy,..
    benarrr…
    memang banyak yg mengambil kesempatan dalam kesempitan…
    dan ternyta “it works, guys”…

    mingkin skedar tambahan..
    berdasarkan study, dalam keadaan, stress ataupun “terjepit” adrenalin lebih bnyak bekerja,..so..otak lebih fokus,,,jadinya lebih mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik,,karena yang terbaik adalah yang menggunakan otak bukan otak-otak..hh..

    *otak-otak makanan yah,,
    hehe,,,bcanda

  2. knapa dg fk udayana cet???

    dg d udayana,,dy masih bs merawat ayahny yg lumpuh,,
    krna itulah mimpiny bisa menjadi dokter,agar bs selalu merawat ayahny,,

  3. Hmm, ADa yang komplain dari udayana. Hehe, kan kalau d daerah lain, bisa jg bw ayahnya.🙂. Beasiswanya makin besar. Trus, banyak merantau, banyak yang dilihat. Bnyak yang bisa dipelajari. dst
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s