Do’a-do’a Kita..

Do’a-do’a kita, tentunya beda satu sama lain. Tergantung keperluan. Tergantung kebutuhan. Dan pastinya tergantung kepentingan. Beda kepala, tentu beda harapan. Beda profesi, beda impian.
Hmm, tukang sate, tukang cendol, tentu beda harapan. Tentu beda keinginan. Tukang sate, mungkin menginginkan cuaca agak sedikit dingin, tukang cendol minta panas terik.. Tukang payung, kadang hitam putih doanya dengan tukang semir sepatu. Tukang payung, minta juga hujan selalu, tukang semir malah menafikan doanya tukang payung.
Namun, satu yang harus kita ingat, bukanlah tukang payung yang menahan rezeki tukang semir sepatu. Bukanlah yang jualan sate meghalangi pintu rezeki si abang cendol. Bukan manusia yang mengatur rezeki-rezeki kita, bukan manusia yang kemudian mambatasi ‘jatah-jatah’  kita. Semua, sudah ada yang mengatur. Lebih bijak dari doa-doa yang terlantun. Bahkan, rezeki apa yang ada dilangit dan dibumi, dan apa-apa yang ada diantara keduanya, sudah ditakarNya dengan pas.

NB : Semoga, abang2 yang jualan cendol semuanya berdoa untuk cuaca yang panas terik.  Dan semoga Allah ijabahi. Karena, aku terlalu sedih melihat cucianku yang luar bi(n)asa banyaknya. Kali ini, doa kita sama bang!

Allhamdulillahilladzi tawassyana birahmatihi faanzala ‘alainal amthoro. Wawala ni’mahi alaina midroro..

Hujannya turun juga, Alhamdulillah🙂

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s