Lenggek Tujuah.. *)

Padang, 2 Oktober 2009
Padang, 2 Oktober 2009

Photo ini saya ambil pada hari kedua pasca gempa, bertempat di mushalla Nurul Anwar (atau Anhar ya? Lupa2 inget, soalnyo bukan putra daerah). Ini hanya sesudut dari bagian mushalla, dan ada sekitar 6/7 “cok raun” (stop kontak) yang dipakai untuk mengecas hape. Seperti inilah kondisi pasca gempa. Rinci nya : krisis listrik secara mayoritas di Kota Padang, dan ini adalah sebuah gambar yang diabadikan pada waktu2 sholat, Bakda magrib. Dimana, semua menumpangkan hidup (listrik😀 ) pada genset mushalla. Itupun diwaktu sholat, mengingat genset hanya dihidupkan jam2 sholat. Dan  itupun akhirnya dijatah untuk sepuluh menit saja (sepertinya).Mengecas hape antriannya bukan main–dengan maksud utama- berkabar dengan keluarga, dan kita semua bisa bayangkan seperti apa urgennya listrik hari itu?! Ditambah lagi dengan kelangkaan BBM untuk bahan bakar genset

Gambar tersebut, bisa sebenarnya lebih bertingkat lagi, dan lagi. Namun, daya genset mushallalah yang membatasi.  Untuk kita yang masih belum sempat –semoga tidak pernah–merasakan ini, maka bersyukurlah. Mungkin sebagai pengingat bagi kita, bijak dengan kelistrikan kita. Handphone kita, dan lainnya.O ya, tambahan, juga harus bijak dengan status kita (hh, kama pai e ko?). Jangan sampai teknologi memperbudak kita (moga nyambung🙂 ). Jujur, idealnya teknologi harus jadi budak kita, bukan sebaliknya.

Ironi, ditengah Duka

Begitu ramainya mushalla malam itu. Tapi yang disayangkan, semua datang tujuan utamanya hanya untuk bisa mengecas hape. Bukan suuzhan kawan, tapi melihat dari realita yang ada hari itu. Ketika waktu sholat isya masuk, kebanyakan pada hilang dan kemudian kembali lagi setelah isya. (laki2).

Parahnya lagi, perokok –ahlul hisap– tetap juga berjalan seperti apa adanya. Tak peduli dengan tulisan kecil dipojok mushalla, tentang berterima kasih pada yang tidak merokok. Pfuiih.. Kita orang macam apa? (melayu mode ON)..

Ditengah semuanya sibuk menghubungi keluarga, karib, kerabat (sambil ngecas hape) masih saja terdengar suara sumbang, seperti “yes,ado yang komen” atau “hmm, gampo ndak gampo, nan jaleh update status dulu”, atau “jiah, banyak e lai notifikasi e, mangomen status kami” dan ungkapan senada lainnya.. Saya tidak begitu paham entah status apa yang mereka bicarakan. (🙂 ). Yang saya tahu, kita punya status yang sama, semuanya..

Teringat lagu Bang Ebiet G Ade.

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista… oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

Tidak ada salahnya kita renungkan, karena dia memang “Untuk kita Renungkan” bak kata Ebiet G Ade.

* = Lenggek Tujuah, (bahasa minang), bertingkat tujuh. Sebuah majas Hiperbola, menghidupkan cerita, supaya makin hidup..

11 comments

  1. hagahaghaagahgahag… penderitaan pasca gempa..!!!

    ditengan derita masih sempat juo up date status..!!!
    begitu besarnya pengaruh F*..!!! hehhehe

  2. yeee……….

    ya sech mmg mushalla jadi berganti fungsi..
    tapi bukan kah selagi demi kebaikan gak apa2….

    urang sempet2 nya update status kan u mengabarkan pada kawan2 di dunia maya…
    e ini malah sempet2in foto2

    hehehehee

  3. Hmm.
    Kalau statusnya kabari, syukur kalau memang gitu.
    Tapi Xpresi kebahagian, -langka sangat- kalau muncul dalam bencana..

    Poto2, hanya xpresi keprihatinan, untuk kemudian bisa kubagi, setidaknya disin.
    Bgt..😕

  4. dikampung ana juga parah. ada 40 perampok yang datang untuk nyari harta yang tertimbun, sebagian lagi masuk diam-diam ke rumah-rumah kosong. yang ketangkap baru 3 orang. ngakunya sih dari lampung.

  5. Mushola Nurul Anhar (sungai) Kapalo Koto Kecamatan Pauh Padang. (Ya ini Asli Putra Daerah, daerah Payakumbuh🙂 )
    Ba’da Maghrib selepas membeli bensin Rp. 20.000 satu liter. Lagi-lagi Ebiet G. Ade perb


    Dalam kekalutan, masih banyak tangan
    Yang tega berbuat nista

    Soal ganti status, status kok di ganti-ganti,😀
    Status kita tetap
    selamanya Hamba Tuhan

  6. Oo ya. Baru ingat, kan mushallanya diatas sungai, Makanya Nurul Anhar (cahaya sungai)..
    20.000 per liter?? itu masih (b)untung, pas pulang ke Payakumbuh naik motor, 35-45ribu per liter.
    *masyaAllah..

    Ke Manakah Sirnanya Nurani Embun Pagi
    Yang Biasanya Ramah Kini Membakar Hati?
    ( Ebiet G Ade, Kalian dengarkanlah keluhanku)

  7. hehehe..menarik…

    kebetulan lai lo ado photo urang ngecas HP di mesjid Muttaqien…

    carito disiko yo agak babedo stek,

    tentang : “sang cabang utama listrik” yang tapaso manunggu urang yang baratuih2 ado di blakangnyo, padahal alah salasai mengecas…

    untuang lai masi ado nurani nan tingga..

    (eh..ndak nyambuang yo? hehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s