Maaf Kawan, Kucopy Puisimu dan Kubedah..

Baru saja melihat dan membaca  puisi.  Kerjaan kurang kerjaan kata teman yang lain. Tapi tidaklah mengapa, sedikit saling jalasat (berbagi). Apakah yang membuat menganggap ini puisi? Entahlah. Tapi, setidaknya aku menganggapnya puisi fren. Ini adalah edisi maaf kawan kedua.😀 . Setelah sebelumnya, Maaf kawan, aku tak lagi bisa ikut dalam parade statusmu.

kehilangan dunia ini telah membayang-bayangiku,
sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini,
beberapa detik lagi,atw beberapa menit lagi mudah2an,
sudah cukup rasanya aku bersenang2 di dunia ini,
allah telah memanggilku…,
allah menyuruhku siap2
dan kita takkan bersua lagi disini,
aku sangat ingin dekat dengan rabbku,
teman2 f*cebook ku, maaf atas kesilapanku selama ini..
aku ingn bersih menghadap tuhanku…
mohon maaf nya…
dan aku juga tlah maafkan kesalahan teman2 semua klw seandainya ada salah…wassalam

Hmm. Sebenarnya, Tidak ada yang aneh dengan puisi itu. Bagus, merasa ajal senantiasa mengintai. Bukankah orang yang cerdas, juga adalah orang senantiasa mengingat kematian.  Kapanpun dan dimanapun. Karena memang begitulah hakikatnya kematian dan ajal.  Laa yasta’khirunaasaah. Walaa yastaqdimuun.

Yang ngebuat puisi

Sepertinya orang yang baru menyadari sesuatu hal yang besar. Ciee.. Sesuatu yang bisa dan telah menyita perhatiannya pada tuhannya. Ntah apalah namanya itu. Sepertinya f* yang menjadi pasal. (setelah berdiskusi dengan kawan lain di dunia maya). Kalau kata temanku yang lain, ini puisi orang yang kurang perhatian, walaupun aku tidak sependapat, namun tidak juga bisa menolaknya mentah-mentah. Entahlah. Karena, katanya, seseorang akan digubris oleh semuanya ketika ia sudah merasakan kematian begitu dekat. Dan semua akan mendekat dan mulai memperhatikan kita, jika ita membahas kematian kita. Dan sepertinya teori ini ada benarnya juga.

Maaf ini untuk siapa

Duh, maafnya untuk teman-teman F*cebook. Hmm, Untuk orang tua mana ya? Apa iya kita lebih banyak berbuat salah didunia maya dari pada didunia nyata. Begitu ya? hmm…*mikir. Ada beberapa kawan mengajak diskusi dan mengataan, kok sulit minta maaf sama ortu ya? Iya khan? *angguk2.. Dan ini saya rasa sudah kita buktikan sendiri. Memang sulit, dan celakanya lagi, tidak sedikit yang lebih duluan minta maaf  kepada kawan dari pada kepada orang tua. Pas Ramadhan misalnya. Dan lebih celakanya lagi, lebih duluan minta maaf pada kawan dunia maya, dari pada kawan didunia nyata. Hmm.. *menarik napas dalam2. Duh, teman, terpasa kukatakan hal ini..

F*cebook, sebegitunya kah??!

Hmm, Banyak yang langsung apatis nih membaca sub judulnya. Tapi tidaklah mengapa. Bukannya aku anti *b kawan. Bermain *b lah terus, selama itu memberikan manfaat. Tak cukup satu akun, buat duapun tak masalah, selama itu memberikan manfaat, kawan.

Hanya sedikit mengajak kita berpikir, untuk kemudian mengambil pelajaran, kawan. Sejauh mana *b bisa membantu permasalahanmu? Sehingga, ia menjadi tempatmu mengadu? Bukankah kita punya tempat mengadu yang paling topcer? Tempat mengadu yang bisa menyahuti? Tempat mengadu yang bisa mendengar dan melihat. Mahapun.🙂 . Lantas, tidak semua harus kita adukan ke *b, kawan.  Karena, jujur, akhirnya *b hanya membantu kita dalam tatanan wacana. Beruntung saran kawan bisa meringankan, celakanya, malah menambah masalah baru dengan bantuan-bantuannya. *berdasarkan pengalaman pribadi🙂

Bahkan ada kawan yang mengatakan bahwa, kata waiyyakanasta’in dalam alfatihah, salah satunya sudah diambil f*. Kepadamulah kami meminta pertolongan.  Hmm.. Kuat begitu mengikat. Duh, kawan sebegitukah dunia maya mengikatmu? Cukuplah dunia maya hanya dunia Maya**.😀

NB : Kutahu, kau semakin beranggapan bahwa aku anti f*. Tapi tidak begitu kawan, malahan aku akan memarahimu jika kemudian kau meninggalkannya, padahal masih banyak manfaat yang kau terima dari pada mudharat yang kau peroleh. Namun, kalau kemudian aku tahu, telah banyak ia menggerus dirimu, dan kau tetap tidak meninggalkannya, tentu juga aku akan marah, sebagai temanmu tentunya, kawan😀

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s