Kapan Aku Marah??!!

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena marah adalah masalah cita rasa, kawan.

Karena marah juga masalah ekspresi, kawan.

Dan aku adalah cita rasa, punya ekspresi

Sepertimu juga, kawan.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Apakah kau laki-laki yang keras, sekeras batu

Pun kau wanita, kawan.

Kau takkan tahu kapan aku marah, kawan.

Karena kau hadir, kawan

Bukan untuk kumarahi.

Dan akupun tak ingin kau pergi, kawan

Karena kumarahi.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, kawan

Sekeras-kerasnya laki-laki, tentu kau tetap punya rasa, kawan

Wanita apalagi.

Yang seumur-umur hidupnya, 12.000 jam adalah untuk menangis.

Taklah lagi perlu aku marah, kawan

Karena kutahu,hari-harimu adalah hari-hari air mata.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, bijak adalah  mengendalikan marah, kawan.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, seperti apa orang bijak marah, kawan

Tak perlu semua tahu, kalau aku marah, kawan.

Cukup kau saja,  kawan.

Dan kau pun tahu, aku tak bisa marah padamu, kawan

Lantas kau takkan pernah jumpai, kawan

Kapan aku marah??!!

Medan, Penghujung Sya’ban 1430,

Sambil mengingat2 pesan Rasulullah.Laa Taghdab, Walakal Jannah. Jangan marah, dan untukmu syurga.

NB : Manajemen marah yang bagus:  yang marah tidak pernah kelihatan memarahi, tapi yang dimarahi, merasa dimarahi.  Yang tidak dimarahi, tidak tahu kalau kita lagi memarahi. Inti dari marah : Pesan kita sampai.

Kalaulah pesan marah kita bisa sampai tanpa marah, ngapain harus marah? Ternyata, orang yang jarang marah lebih ditakuti “keberangannya” dari pada yang sering marah. Makanya, ngapain lah aku marah, kawan..🙂

Kata-kata yang sulit dicerna, tapi lebih sulit melaksanakannya dari pada sekedar mencerna kata-katanya.  Sama-sama kita belajar mempraktekkannya😀

23 comments

  1. y da,,,,
    malam ini *ht dapat satu pelajaran yg mgkn lbh b’arti dr plajaran2 uda lainnya,,,,

    orang yg g p’nah marah n ktika mereka sesekali marah itu memang lebih menakutkan dbanding orang yg sering marah,,,,,(pengalaman p******)

    hari2 w*nita a’ hari2 airmata,,,( mungkin,,,,)
    tp bukan b’arti a’ wajar ktika wanita slalu menangis,,,
    mereka pun ingin bangkit dan kluar dr airmatany,,

    dan bwt manajemen marahnya,,
    ketika pesan kita sampai,,,alangkah indahnya ketika ada kata maaf mengakhiri pesan itu n lembaran baru pun dbuka,,,

  2. Yups….

    setuju dengan pernyataan di atas -> bahwa orang yang sesekali marah memang akan menakutkan dibandingkan dg orang yang keseringan marah..

    walaupun kata “menakutkan” bisa diganti dengan kata sagan u membuat org yang jarang marah menjadi marah

    kalo memang pesan dapat tersampaikan tanpa marah…
    alangkah indahnya dunia, alangkah damai suatu rumah tangga, alangkah bahagia kita bersahabat…..

    walaupun manajemen marah yang bagus: yang marah tidak pernah kelihatan memarahi, tapi yang dimarahi, merasa dimarahi. Yang tidak dimarahi, tidak tahu kalau kita lagi memarahi

    tetapi setidaknya wanita lebih peka perasaan nya dibandingkan pria
    wanita lebih bisa membaca nonverbal language dibandingkan pria
    (Pease, 1993)
    ditambah kuliah di **i*o**** selam 4 taun –

    jadi agak tau wak stek ma urang yang marah, sakik ati dak bisa melawan, n urang yang gondok, urang yang merajuk ^^

    tapi diatas semua itu
    sorry yow

    P.S

    Jarang2 SeMaSa bilang sorry ma..
    tapi baa lo lai🙂

  3. @ Poetri Toenggal
    Ada pelajaran berharga ya?
    Hmm, hyperbola bgt kata2nya.🙂

    hari2 w*nita a’ hari2 airmata,,,( mungkin,,,,)
    Berdasarkan survey lho..
    Tuh, kan ada linknya. Ilmiah bahasa kitanya.

    alangkah indahnya ketika ada kata maaf mengakhiri pesan itu n lembaran baru pun dbuka..
    “MAAF YA SEMUANYA, LAGIAN MAU RAMADHAN JUGA NI. AKU TAHU BANYAK SALAH, JADI MAAFIN YAAAA….”
    udah kan?
    *pr2 gmana gt..

    @ Penikmat Sastra
    Makasih Kunjungannya mas.
    Kopy aj, gpp kq.

    @ SeMaSa
    Hmm. S.**i nya langsung yang datang.
    Teori Pease, kan menurut dya. Bisa benar, bisa salah.
    Namanya juga Asumsi.
    Kalau masalah kliah dimana dan beraa lama, tidak juga jadi pengaruh tentunya.

    Jarang2 minta *aaf?
    Harus dibiasakan itu..
    Ma*fkan aku yang banyak salah juga ya..😀

  4. Teori + Pengalaman -> hipotesis diterima

    Tapi Memang Bisa Salah N bisa Benar

    tapi supaya keliatan lebih iliah za… ^_^

    hehehehehe
    i know what do u mean…..
    tapi DIMAAFKAN🙂

    • Alhamdulillah dimaafkan..🙂

      Tetap saja, itu sebuah teori.
      Teori tidak berdiri atas aturan baku, ada kemelesetan teori, itulah yang kita kenal dengan toleransi..
      Tak ada teori yang baku, kcuali teori dari Pencipta Lnagit dan Bumi.
      Y kan?😀

  5. Hmm,
    Bana da,
    Tp kalo yg dmarahi t kebal n gak sadar dmarahi,?

    Wanita menangis 12 rbu jam??
    Riset sia t da?
    Agak2 lebay d. . .

    • Berarti harus diganti cara mengekspresikannya.
      Mungkin kurang tepat.

      Wanita menangis kan ada d linknya, kan bisa diklik, ilmiah, dari survey.
      Bukan perkara l*bay nggak L*bay..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s