Kreatifitas, u/ Ramadhan yang Lebih Baik

Ramadhan sudah didepan mata, hitungan hari sudah. harus ada persiapan-persiapan untuk memasukinya. Juga harus ada hal-hal baru, yang belum kita perbuat pada Ramadhan sebelumnya.

Ada ide-ide kreatif yang terlintas dibenak kita untuk membuat sesuatu yang beda pada Ramadhan tahun ini? Kalaulah memang ada, tidak ada salahnya anda bagi, selama itu akan menambah kebaikan dan efektifitas Ramadhan kita.  Bukankah ada multilevel pagala yang aka senantiasa mengalir pada kita, dengan usul-usul cemerlang kita?

Baik, untuk pertama saya ingin berbagi kreatifitas yang sudah terpikir pada Ramadhan-ramadhan sebelumnya, namun belum terealisasi. Moga Allah sampaikan umur ini pada Ramadhan tahun ini. Dengan harapan bisamencicipi kreatifitas sendiri. Baiklah, inilah kreatifitas yang mau saya bagi.

Punyakah kita rekaman  kita lagi qiraat / tilawah Al-Qur’an pribadi, dimana qari nya kita sendiri? Punya? Berapa juz? Banyak? Mm, syukurlah, kalau memang punya, walalupun tidak banyak. Yang gak punya, tidak ada salahnya untuk mencoba memiliki. Y kan?

Urgensi Rekaman qiraat/ tilawah Pribadi.

Lantas urgensinya apa? Hmm, yang pasti bukan untuk komersil tentunya kan. Bukan apa-apa, tentunya akan tersingkir di pasaran. Ya kan? Kalau kita jujur, pasti jawabannya ya. Hehe😀 . Secara yang akan kita saingi adalah, Musyari Rasyid, Al Ghamidi, Sudais, Syuraim, Yasser Failakawi, Fahd Al Kandary, Asy Syatiri, Hanif Rifa’i, Mathroed, Kalbany dan kawan-kawannya lah. Kita tentu kalah, karena orang-orang itu sudah jadi Imam Besar, Imam masjid negara, Hmm. Setidak-tidaknya, pada poin Bacaan yang bagus, kita sudah tersisih.🙂 .

Barangkali, boleh jadi dikasih gratispun masih banyak yang nolak. oweleh2.. Tapi, jujur bukan itu tujuan kita kali ini. Tapi tujuan kita adalah, demi perbaikan bacaan kita tentunya. Lantas, caranya seperti ini. Setelah rekaman selesai (gak perlu harus 30 Juz dulu), bukankah kita bisa dengar kembali? Nah, disinilah nilai plusnya kreatifitas kali ini. Tujuan kita adalah untuk mendengarkan kembali bacaan kita. Sehingga kita bisa lebih fokus, untuk kemudian menilai bacaan kita. Dimana yang harus diperbaiki, dimana yang harus dikoreksi. Karena, kalau sambil baca langsung memperhatikan sendiri kesalahan bacaan kita, seperti sulit. Sangat sulit malahan. Makanya, ini salah satu metode yang tidak begitu buruk saya rasa. Sehingga, dengan metode ini, kita akhirnya bisa merefleksikan qiraat kita. Kalau memang bisa menyaingi sekian banyak nama-nama Imam Besar tadi, yah, boleh juga tuh. (dikomersilkan makdusnya. Hehe  :D ). Ntar dikovernya kita buat Imam Lokal.

Petunjuk Teknis🙂

Tentunya kita butuh panduan Software untuk olah audio. Dengan software inilah, file rekaman suara kita bisa disimpan untuk kemudian bisa diputar lagi. Banyak software yang bisa untuk mengerjakan ini, salah satunya adalah Cool Edit Pro. Kemudian kita juga butuh headset komplit, speaker dan micnya tentunya. Kalau mau cara detailnya, Ust. Google dengan senang hati membantu.

Baik, sampai disinilah kreatifitas kita untuk bekal Ramadhan, untuk bantuan lebih lanjut, masih dilayani kok. Selamat berkreatifitas untuk Ramadhan lebih baik.

NB : Jangan lupa sharing ide2 briliantnya ya.🙂

10 comments

  1. Trimkash ide brilian ny. . .

    Hmm,
    Skalian bsa ngafal alqur’an dg rkaman sendri kan da,
    Hehe

    Ide kreatif ft?
    Hmm,.
    Lg dsusun,
    Hh

  2. Yup, bisa bisa tasmi”, bisa muraja’ah juga.

    Hehe..
    Ada sih softwarenya.
    Tp pake crack, nggak resmi.😀
    ntar gak berkah lagi.

    NB : Sharing ide kreatifnya ya, ditunggu lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s