Maaf Kawan, Aku tak Lagi Bisa Ikut Dalam Parade Statusmu…

89 friend request.
13 friends suggestion
109 others request
2 new updates

Itulah beberapa notifications yang ada di halaman awal pesbukku. Setelah beberapa bulan belakangan ini, akhirnya, pesbuk menjadi aktifitas yang tidak bisa dihentikan. Tentunya bukan salah Facebook. Siapa yang tak tahu kehebatan jejering sosial karya Mark Zuchenberg ini. Sejak dipopulerkan oleh Obama, saat memulai kampanyenya sebagai presiden AS, pamornya kian meroket. Saya, tentu saja juga menjadi bagian dari jutaan orang yang juga membuka akun di sini. Namun itu dulu, sebelum akhirnya hari ini mungkin ada yang berubah, atau lebih tepatnya mungkin ada yang harus dirubah.. Minimal, untuk pribadiku. Mungkin karena Kebijakanku yang juga tak selamanya bijak. Akhirnya, hari ini, mencoba untuk mengubah Bijak, Sana!! Benar-benar menjadi BIJAKSANA. Setidaknya untuk pribadiku. Untukmu, akupun tak tahu.. Untuk kita apalagi.

Akhirnya, dengan tanpa istikharah, sekarang semua sudah kukabulkan. Permintaan teman sudah diapprove, semuanya. Friend suggestion sudah juga, dan semua other request sudah juga. Tapi bukanlah itu yang jadi masalah pertemanan kita, kawan. Mungkin karena pertimbangan sesuatu dan lain hal. Terpaksa, pertemanan kita tidak lagi kita labuhkan disini. Masih ada tempat untuk berbagi, masih ada tempat untuk ber “JALASAT RIA” kawan. Karena akupun tahu, aku bukanlah orang yang kuat untuk kembali memberikan sedikit masukan pada pertemanan kita kawan. Kutahu, bahwa ada yang pada akhirnya tergerus disini, difesbuk ini. Ada yang terkikis juga, ada yang luruh juga, bahakan juga ada juga yang sampai sirna kawan, setidaknya perasaanku kawan.

Untuk kemudian kawan, pertemanan kita jauh tentunya lebih indah dari sekedar update status, dari skedar tag-tag an. Dari sekedar coment-coment an. Maka aku rindu ukhuwah seperti itu.. kemudian, akhirnya mencoba mendiikan MUI pribadi didada ini, untuk kemudian berijtihad untuk pribadi ini. Dan berfatwa untuk jiwa ini. Bukankah hadits arbain ke 27 menyuruh untuk meminta fatwa pada hati kita kawan. Dengan lafaz bismillah, terpaksa akun ini kumatikan. Demi ukhuwah yang indah yang telah Allah janjikan, biarlah kugadaikan “ukhuwah ala fesbuk” kita, kawan.. Ukhuwah dalam balas status sampai hari berganti nama kawan. Aku belum sanggup untuk melarangmu, karena mungkin akupun tak layak untuk itu kawan. Lafas *kh dan *kh pun menjadi luruh makna, setidaknya ditelingaku kawan.

Kemudian, maaf atas lisan yang sudah diejawantahkan dalamstatus2 mu. Yang akhirnya meninggalkan luka, kawan. Tak ada niat, tak ada ksengajaan. Mungkin untuk minggu terakhir ini kawan, silakan luruhkan kekesalanmu padaku, untuk akhirnya kita biarkan ia terbang dibawa angin keikhlasan..
Maaf kawan, aku tak bisa lagi ikut berkontribusi dalam parade statusmu. Pun kau, dalam parade2 statusku.. Salam Ukhuwah kawan, blogku akan selalu ada untuk menanyakan kembali kabarmu, update an status kabar (imanmu). YM id ku juga senantiasa mendengar taujihmu, tausyiahmu, dan tatsqif darimu.

Salam Apresiasi Terbesarku Untukmu, Atas ukhuwah yang coba kauhadirkan disini.. Moga Allah Balasi.

NB : Maaf atas yang komplain, karus kukatakan, yang kuhapus adalah akunku, bukan akunmu. Kalau ada utang piutangpun, kau tagihlah samaku. Setidaknya untuk beberapa hari kedepan, kawan. Benarlah kata teman SMA ku, untuk sekarang ia masih belum butuh. Kalaupun engkau akhirnya sepakat denganku kawan, Buatlah grup Disini, untuk Menngajak orang, setidaknya mencoba sepertiku. misalnya grup “TINGGALKAN F*cebook”..🙂

9 comments

  1. @dira
    Yupp.. Tapi lg masa iddahnya.. 1 Minggu.. 😀

    @adrian
    yup.. Lagi ngurus k KUA

    @imel
    hihi.. Ndak ngarati da do mel..
    Galakkan nge blog..
    Ambigu tingkat Tinggi.
    Galak –> Ketawa, mari ejek yang ngeblog
    galak –> giatkan..
    yang Manakah?

  2. […] Maaf Kawan, Kucopy Puisimu dan Kubedah.. 3 09 2009 Baru saja melihat dan membaca  puisi.  Kerjaan kurang kerjaan kata teman yang lain. Tapi tidaklah mengapa, sedikit saling jalasat (berbagi). Apakah yang membuat menganggap ini puisi? Entahlah. Tapi, setidaknya aku menganggapnya puisi fren. Ini adalah edisi maaf kawan kedua. . Setelah sebelumnya, Maaf kawan, aku tak lagi bisa ikut dalam parade statusmu. […]

  3. […] untuk berbagi akan hal ini. Namun baru saat ini, bisa tertuang dalam kata-kata. Banyak hal yang menginspirasi, kenapa akhirnya saya mencoba untuk menuliskan ini disini. Dan saya rasa tidak sedikit yang tidak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s