Kau Beri Judul Sendiri Sajalah….

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.. ( QS : AnNuur : 32)

Kalau pernah mendengar ayat ini, apakah yang terlintas oleh anda? Kalau yang nasyid maniak, tentunya akan melanjutkannya dengan kata2 berikut:

“Ketika kudaratkan kaki di Hang Nadim
Kulihat Ribuan wajah penuh cinta dan harapan
Kerinduan akan sebuah tempat persinggahan
Ditengah hiruk pikuk gemuruh panas pulau batam
Pelabuhan, hati-hati nan gersang
Dengan merindu kedamaian dan huluran kasih sayang
Peraduan, jiwa-jiwa yanglemah
Sekedar melepas beban didada yang terus bertambah… Ila akhirul anasyid🙂 “

(Nasyid Suara Persaudaraan, Album didalam beatnya tetap ada cinta, Lagu terakhir side B, judul Bergegaslah. Ini mah, kalau nggak salah. Kasetnya tinggal di kampung, atau tepatnya hilang dikampung).

Yap, itulah lanjutan nasyidnya. Tapi sekarang, tentu kita tidak akan membicarakan nasyidnya. Tapi bercerita tentang ayatnya tentunya lbih utama.
Mungkin ini sebagai kado, tentunya untuk teman2 yang sudah mengaplikasikan ayat diatas. Dan juga sebagai kado untuk yang akan segera mengaplikasikan juga ayat diatas. Tentunya, pada akhirnya, akan menjadi kado untukku, untukmu, dan untuk kita semua yang insya Allah juga akan mengaplikasikan ayat diatas. Sekaligus sebagai apresiasi yang luar biasa, untuk orang-orang yang Allah teguhkan hatinya untuk menggenapkan sebahagian diennya. Menjadi aktor ketika yang lain masih merancang, menjadi eksekutor ketika yang lain masih belajar memahami. Kalaulah Allah karuniakan jempol tangan lebih dari dua, maka semuanya teracunglah untuk mereka. Tanpa sisa.. Hehe..

Semoga bagi yang belum (hehe, wak gaya2 alah lo mah) Allah berikan kekuatan untuk mempercepat. Kalau analisa pribadi saya, hehe, kenapa hadits menyegerakan menikah satu dengan mengubur mayat? Karena pada hakikatnya, menikah dan menguburkan mayat itu punya satu tingkatan penekanan. Jadi, seandainya seseorang sudah pada waktunya menikah, tapi belum menikah, maka ia diibaratkan mayat, atau lebih tepatnya “BANGKAI”. Satu kata yang dapat disimpulkan, SEGERA.. As Soon As Possible. Makanya, kalau sudah waktunya menggenapkan separuh agama, lanjutkan. Karena, kita semua paham, bahwa lebih cepat lebih baik tentu lebih cocok dalam hal ini. Maka, Sungguh si “BUJANG LAPUAK” ibarat bangkai yang berjalan. Hii.. Baun mah!!

Sadar, ataupun tidak, banyak waktu kita yang akhirnya terbuang hanya untuk membahas wacana ini. Sayang, apa memang kita tidak paham atau bagaimana, n*kah bukan untuk dibahas2 saja, tapi lebih ditekankan untuk diaplikasikan.. Dan begitulah adanya. Mana ada hadits yang mengajurkan membahas2nya, tapi kalau mengaplikasikannya? Banyak.!!.

Terakhir, takut ini menjadi kurang arti kalau “diuleh talampau panjang”, karena jujur, bagi saya ini kado yang bisa saya kirimkan.. mungkin hanya akan saya tutup dengan nasyid kembali, seperti layaknya Pembuka :

“ Kini berpadulah dua hati dalam mahligai cinta
Ikatan nan Agung sempurna sebagian agama….
Jagalah keutuhannya,Kukuhkanlah ikatannya
Patuhilah perintahnya,Agar allah menyayangimu
Didiklah anak2 kita, jadi anak yang sholeh
Semoga bahagia senantiasa menyertai kita
Walaupun cobaan melanda tetaplah bersabar
Bukankah Allah tlah janjikan
Syurga yang penuh kenikmatan…. ila akhirul anasyid “

(Nasyid Nuansa, Album Perdana, Puncak Kerinduan, 1998.)

Saya tidak punya kalimat2 langit, bak kata temanku, yang bisa dijadikan kado.. Cukuplah tulisan singkat ini, pada akhirnya sebagai representasi diri pada hari nan indah. Karena saya yakin, lafal do’a saya tidak begitu makbul sepertinya. Cukup, menumpang pada lafal do’a orang lain.. Semoga kebahagian ini, berimbas pada dada2 “nan mudo2”.. Amiien.

NB : Barakallhu u Roda Ria Novriza, Mega Silvira, WabilKhusus u NiNa “Gina Erwita” n Uwik “Dela Zulianda Putriani” yang akan segera menjadi aktor, saat yang lain masih menjadi penonton. Hehe.. pun saya..
=====================================================

Catatan pelepas Kado (hihi, ntah apo2)

1. Special u da Dendi P. Hehe.. Ansua lah lai da. Jan lamo2 lo. Cukuiklah diwis*da c wak ngalah. Hihi. Pizzz da.. cita2 wak dak jauah beda do, mirip. CRV, Naiak Haji, hehe.. dan ii lainnya..

2. Untuk Geng2 Depok, An*s, D*ndi bcl, V*ry Lavsky, B*buy, K*rip, Ro*l, tambah *tong d jogja. Jan carito c nan gadang. Ngaku c lah, ndak usah diindakan pulo. Lai sampai kaba ka waknyo. Hehe..

U anaih n bcl –> gosip yo ndak tangguang do yo.. *geleng2 wak deknyo*.

U geng depok –> bcl paliang lambek dalam 2 tahun ko.. Pacik kecek nyo..

Kecek bcl –> bubuy komen tanggua. Hahaha. Kaolah, wak nyampaian aspirasi c nyo.

Kecek bcl –> anaih diam2 menghanyutkan. Hehe.. Ndak baa do, asal jan diam2 anyuik c lah. Kalau itu yo di POSMETRO kaluanyo..
Tapi wak sepakat naih, a jo lai.. sacaro awak duo mayat ka wak langkahi dulu baru bisa.. Hehe.. kalau anaih, ndak do lai yo den.. Pijak an lah gas tu lai. Ajolai.. Beko dis*mba urang kaolah..

Kurip–> payah lu rip..🙂

Bubuy n Very –> dari dulu kaba2 c. Paniang wak deknyo.. bilo ko buy? Ver? Lah overlap pulo urang nan aniang2, nan awak jak dulu heboh alun juo lai..
*garuk2*

Iil n Rito–> harus diwaspadai, aniang2 c. Kalau rito..hehe. ndak sampai bana antena wak situ do.. Kalau pun sampai agak putuih2 sinyal.. jadi kurang menangkap dengan bagus.. Tapi rito lah samo j anas. Dak ado mayat nan kadilangkahi do.. Agiah Bana bak kecek Elly Kasim!! Adek d Padang cek nan kadicaliakan. hehe. Pis dek

Dua kesimpulan yang bisa disarikan,

“Kalau tidak saya jadi panitia kalian semua, atau kalian semua yang akan jadi panitia saya”

Haha.. ( yang jelas, kemungkinan pertama jauh lebih besar, tapi Allah maha pengatur rencana, wamakarumakarallahu. Wallahu khairul maakiriin)
Soalnya, mengingat harus dua mayat yang saya harus langkahi.. Hehe. Moga dalam waktu dekat, mayatnya semakin berkurang.. Hmm, Taragak basuo kalian kasadonyo.. Inni Uhibbukum Fillah..
“Semoga Allah Mencintaimu, karena kau telah mencintaiku karenanya”

(Suara Persaudaraan, LDI, Ukhuwah, 1996)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s