Seberapa Minangkah Anda??! *

Pernah dapat pertanyaan seperti ini? Atau sejenis dengan ini? Anda jawab apa? Minang 100% kah? Atau seberapa persen “keminangan” anda dapat dipertanggungjawabkan.

Saya mendapat undangan dari seorang saudara, kakak lebih tepatnya pada sebuah situs pertemanan. Pertanyaannya, tentang seberapa minangkah anda. Menggelitik memang, apalagi sisi keminangan saya yang dipertanyakan. Dengan antusias saya mengisi kuisioner dari awal sampai akhir. Tak banyak pertanyaannya. Nggak lebih dari sepuluh. Mm, dan akhirnya saya merasa sangat sukses menjawabnya. Karena pertanyaannya sangat mudah. Apalagi bagi saya yang lahir dan dibesarkan diranah minang. Walaupun belum tahu pasti apakah nantinya akan kembali keranah Minang..🙂 .
Tak ada kesulitan berarti dalam menjawab pertanyaannya, hanya saja sedikit agak ironis memang pada setiap poin-poin pertanyaan yang ada. Semua berhubungan dengan makanan, bahasa, dan hal-hal yang diminang tidak menjadi poin penting. Dipertanyaan pembuka, kalio jo randang jadi jawaban. Dipenutupnya pun masih bercerita rendang. Ditengahnya diselingi dengan bahasa minangnya sapi. Bahkan “jariang” dalam bahasa Indonesia juga ikut nimbrung dalam pertanyaan tersebut.Hmm..
Tak ada yang salah dengan kuisioner tersebut. Tidak juga dengan yang membuat tentunya. Lalu dimana letak masalahnya? Nah, itulah pertanyaan yang tadi ditunggu-tunggu. Kenapa poin-poin pertanyaannya tidak ada yang bersifat normatif dalam penilaian keminangan seseorang? Tak ada tentang nilai-nilai budaya, adat, tatakrama dan norma agama tentunya. Masalahnya adalah ketika minang diidentikkan (baca:hanya bisa ditonjolkan) dengan masakan dan bahasa yang “lucu” menurut sebagian orang.
Dan semua pertanyaan itu tentunya bukan tanpa sebab. Karena memang orang-orang minang sebagai representasi dari budaya minang, tidak tahu (atau lebih tepatnya:TIDAK MAU TAHU) akan substansi dari budaya minang itu sendiri. Apakah yang tinggal diranah minang, apalagi yang dirantau. Walaupun tentunya tidak semuanya. Ada pergeseran budaya, perobahan nilai, dan hilangnya standardisasi tentunya. Makanya minangpun akhirnya lebih dikenal sebagai “sarang” makanan enak, ditambah lagi dengan rumah makan padang tentunya.
Dibidang seni misalnya. Kalau kita mau sedikit kembali mengingat lagu-lagu minang lama, betapa nilai budi yang luhurpun dibahasakan secara halus. Bahkan membahasakan cinta dengan bahasa yang santun dan terkesan menempatkannya pada porsinya. Tidak seperti sekarang, dengan vulgar dan gamblang. Dari dulu sudah ada putus cinta, sekarang pun juga ada. Dengarlah orang dulu membahasakannya,

“Ulah rayu sidaun siriah
Bacarai pinang jotampuaknyo
Apo kadayo sicarano”

Atau dengan bahasa yang lain

“iyo payah baayam putiah
Kok indak cikok
Alang manyemba”
(Usah diratok i, Tiar Ramon, 1994)

Hmm.. Bandingkan dengan yang sekarang. Kata-kata yang vulgar, ditambah lagi denagn pakaian dalam video klip yang (maaf) lebih vulgar lagi dibandingkan kata-kata yang dipakai. Semakin nyatalah benarnya anggapan itu. Mungkin, mulai sekarang beranilah berteriak, MINANG tak sekedar masakan, makanan, dll. Dan berteriaklah dengan sikap. Karena berteriak dengan sikap, lebih dari sekedar sampai ditelinga.

“Nan kuriak iolah kundi
Nan merah iolah sago
Nan baiak iolah budi
Nan indah iolah baso”

3 comments

  1. ah cincailah, urang minang kini. ndak tau raso jo pareso. !!! tapi luar biasa memang “urang minang” filosofi n sastranya. Salute buate Uda David, bagilah link donlod no.!!! tapi yg lagu paten yo..!

  2. assalamualaikum…

    vid abg lah di lampung.. buku abng patang tolong kirim ka rumah… alamat Jl soekarno-hatta Gg Bangau I No 324 Kotabumi Lampung

    Sepeda abang wariskan ka Yani yo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s