Luluh-lantak, [Sebuah Replika Hati]*

Pengen menulis. Sayang, gak tau mau menulis dari mana. Banyak yang mau dimuntahkan, sayang gak tau mau dimuntahkan dari mana. Banyak yang sudah terkumpul di kepala. Sayang, kepala tak selalu seide dengan tangan. Banyak yang mau ditekankan tangan, sayang tak tau mau menekan yang mana.

Biarlah! Biarlah cerita ini tak jadi lagi keluar. Disini. Ditempat ini.Biarlah lelah yang tadi kubungkus lagi, walaupun tak terbayar.

Cukuplah mungkin dengan kembali menguatkan hati. Bahwa Allah tidak pernah menilai hasil. Allah hanya lihat usaha.

Walaupun lelahnya fisik tak selelahnya jiwa. Tinggal hati-hati, karena kata orang, hidup lebih banyak dipengaruhi oleh yang nampak dari pada yang nampak.
Direnungi dulu, mungkin ada benarnya..

*) Moga gak penasaran ^-^

7 comments

  1. hmmmm……

    mungkin kurang teliti nulisnya,,,

    “Tinggal hati-hati, karena kata orang, hidup lebih banyak dipengaruhi oleh yang nampak dari pada yang nampak.”

    ada yang kurang kata2 nya,,,,
    hahaha,,,hal spele memang,,,,

    Hmmm….
    lelah fisik tak selelah jiwa???
    jiwa lelah? obatnya apa?

    heheh
    tanya dokter jiwa atau “dokter jiwa”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s