STIP: Pencetak generasi Disip(i)lin??!

Sebuah Memoar 3 hari melancong ke STIP..

Kadang, sebuah kenangan harus dibangkitkan dengan hal-hal yang luar biasa.

Teringat kenangan tiga tahun yang lalu ketika study tour ke STIP. Lingkungan masuk nan asri di Jakarta Utara. Walaupun agak gersang memang. Tiada yang luar biasa mengenai profil STIP dari guru kecuali bahwa disana hanya ada satu didikan. KEDISIPLINAN. Semuanya, apapun aktivitas yang dilakukan, parameter penilaian adalah Disiplin.Bangun gak boleh terlambat, upacara gak boleh terlambat, apel pagi gak boleh terlambat. L.. Makan gak boleh terlambat.. J.(kalau yang ini sepakat).

Awalnya, nuansa itu begitu terasa. Karena, kami dijamu dengan makan siang. Nah, displin makan banyak juga. Salah satunya, gak boleh ada bunyi dentangan sendok dengan piring. Disiplin atau nggak ni ya..Kasihan yang gak biasa, yang katro gt.. Kayak Tukul. J. Diruang makan,  dengan luas sekitar satu lapangan bola kalee, nuansa senioritas nampak mencolok. Senior, Duduk di kepala meja.. (tau khan??). senior ngambil nasi dan lauk duluan, gak ada yang boleh mendahului senior.. Tinggalah junior yang sisa2an gt..

Nah, ketika upacara penyambutan tamu, nuansa disiplin masih setia melekat pada taruna dan taruni STIP. Ini Diirngi Marching Band yang luar biasa bagusnya..3 Jempol untuk STIP.Upacara berlangsung lancar, dengan bahasa inggris tentunya.. Nah, ternyata setelah selesai upacara ada peristiwa yang gak jauh beda dari yang diputar salah satu stasiun TV Swasta kemaren2 ini.  Dan seolah semua taruna/i sudah memaklumi hal tersebut. Seperti tidak ada kejadian. Ternyata ada seorang taruna yang tergabung dalam marching band yang melakukan sangat sedikit kesalahan ketika mengiringi upacara tadi.(Sangat sedikit:karena kami gak tau dimana salahnya). Dan itu sebagai hukuman tentunya. Bahasa Gaulnya: iqab. J. Disiplinkah??

Dan inilah yang beberapa hari lalu diputar oleh salah satu stasiun TV swata. Sadis memang. Ini adalah yang baru terungkap. Dan saya yakin bahwa biasanya, yang tidak terungkap jauh lebih banyak dari pada yang terungkap.

Dihari terakhir, da acara hiburan dan ramah tamah di aula. Ketika penampilan bakat, ternyata ada taruna yang salah dalam menampilkan tari sajojo. Akhirnya, dapat “PAKET”. Gak jauh beda juga. Seolah-olah dengan pemukulan dan embel2nya, akan melahirkan generasi tangguh.. Generasi DISIPLIN..

Kasihan nian, mau mencetak generasi DISIPLIN, jadinya DISIPILIN. Diperlakukan seperti rakyat sipil ditanah jajahan, seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, dll..Sayang. wajar kalau ada plesetan STIP menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pencaksilat.

Melihat kondisi seperti ini, takutnya STIP Tak lgi menghasilkan “Pelaut” tapi Melahirkan BAJAK LAUT..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s