Ketika Cinta Bertasbih (Lagi) 2..

“Kutulis ulasan singkat ini, dalam hiruk pikuknya UAS d kampus”.

ANDA pecinta sastra? Atau penikmat sastra?

Kalau memang mengaku pecinta sastra, pasti pernah mendengar ketika cinta bertasbih. Ya, KCB. Udah baca KCB1? Semoga sudah (kalau belum pasti kagak ngerti ni cerita, sana cari!!). Sudah baca KCB2 nya? (semoga belum, klo udah gak menarik lagi nih..)

Karakteristik Fisik KCB2.

Bentuk Fisik KCB2 sangat mirip dengan kakaknya KCB1. Hanya berbeda warna kulit. Kakaknya berwarna kuning, sedang adiknya berwarna ijo. Mungkin ini pengaruh settinngan cerita. KCB1,yang kebanyakan ceritanya diMesir dan hanya sedikit dari bagian cerita tsb yang ditanah air. Namun, lain dengan adeknya yang berkulit hijau, KCB2 bercerita utuh didalam negeri tanpa pernah menyinggung Mesir. Mungkin dari luar adalah gambaran bahwa Indonesia lebih sejuk daripada Mesir. InsyaAllah. Dan bisa jadi ini jugalah yang melatarbelakangi desaign layoutnya memakai warna hijau (Pake Ilmu Baru:KIROLOGI😉 )

Perjalanan saya untuk mendapatkan KCB2, tidak segigih perjalanan saudara saya “BagKi” yang akhirnya meminjamkan saya novel tersebut. Namun hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun antusias saya untuk menikmati cerita dari awal sampai akhir. Bahkan tidak peduli dengan UAS. Mau 4 SKS, 3, apalagi 2 SKS. ( yang ini gak usah ditiru ). Maka tidak dapat dikata lagi, sampai pada hari UAS kedua, KCB2 langsung “kandas”. ( Ntar kalau hasil UAS jelek, salahin Ust. Habiburrahman El Shirozy aja..hehe.bercanda kq Ust..😉

Napaktilasi KCB1.

Terakhir cerita KCB1 masih inget khan??Azzam mau pulang bareng Elliana ke Indonesia.. Lamaran Furqan pada Anna..Tentang Miss italiana dan Virus HIV Furqan.. Kesedihan Fadhil dan banyak lagi.. (maksudnya banyak lagi yag lupa, maklum..novelnya tinggal d kampunk nan jauah dimato ). Nah, lalu apa yang akan intens dibahas di KCB2?

Ini dia, KCB2

Disini, teman-teman Azzam yang di Mesir sedikit agak “dikesampingkan”. Tidak banyak memang bercerita tentang mereka disana. Namun, pasti penulis punya maksud atas semua hal tersebut. Pembahasan lebih focus kepada keluarga Azzam “seutuhnya”. Ayatul Husna dengan prestasinya, Lia dengan sifat agresif (ato apalah namanya). Dan juga pada keluarga Kiai Lutfi sebagai pimpinan pesantren dan keluarga Furqan sebagai calon suami Anna Athlafunnisa.

Suka duka Azzam ketika baru sampai di tanah air dengan gamblang diuraikan. Mulai dari belajar nyupir truk, sampai merintis usaha Bakso Cinta. (sp t ap y?). Oo.. ya ada satu yang terlupakan, gossip Azzam dengan Elliana juga menghiasi cerita ini. Juga ketika Azzam diposisikan sebagai pengganti Kiai Lutfi untuk mengisi kajian AlHikam di pesantrennya.

Lamaran Furqan kepada Anna gimana kelanjutannya? Apakah mereka berjodoh dan menikah atau menikah dan berjodoh? (akan paham kalimat ini nanti setelah membaca KCB2 Komplit). Atau ada rahasia dari Sang pengatur atas takdir-takdir mereka.

Kalau memang mereka menikah, Azzam Bagaimana? Yhee… makin rumit lagi deh..

Pelajaran-pelajaran itu.

Sama dengan KCB1, KCB2 memiliki banyak ibrah yang bisa kita petik. Dan perlu digaris bawahi, bahwa KCB2 tidak hanya bercerita tentang suka, tapi juga bertutur tentang duka. Duka Anna ketika mendengar suaminya terjangkit Virus HIV. Duka Azzam ketika Usahanya untuk melengkapi setengah diennya kandas ditengah jalan. Dan duka terberat bagi Azzam ketika harus berpisah dengan ibunya untuk selama-lamanya.

Sekian dulu, ntar kalo diulas keseluruhan, gak ada yang mau beli n baca KCB2 nya langsung.🙂

Saya tamatkan KCB2 dengan terangnya cahaya lilin di Kota medan “Metropolitan” yang lagi mati lampu..

NB: Ketika membaca KCB2 jaga erat kantong Mata Air Air Mata Q-Ta..Karena kita tidak sadar ketika dia sudah mengalir menganak sungai.

4 comments

  1. Saya malah kecewa dengan ceritanya. Sampai nangis? Wah…saya malah bingung nyari alasan untuk menangis.
    Apanya yang buat sedih? Justru ceritanya terlalu didramatisir, ada beberapa penggalan cerita yang terkesan rancu, dan jadi tidak nyambung dengan buku sebelumnya. Entahlah, ada anggapan pribadi kalau buku ini terlalu terburu-buru diselesaikan.
    Afwan kalau commentnya ga ngenakin. Tapi saya sudah beli bukunya (hehehe ga modal minjam…), lumayan dapat diskon 2% lagi. Dan memang sih ceritanya emang buat penasaran. Saya sampai ga ikut ujian, kelupaan jadwal, gara-gara begadang baca buku ini.

    –> Betul, memang gak dipaksakan..saya rasa memang harus ditambahkan kali kira2 1 ato 2 bab lagi.. sebenarnya mo bahas ini, tapi keburu ujian n oulkam..

  2. stiap orang melihat sesuatu selalu dari sudut pandang yang lebih banyak bedanya.. david melihat sebagai anak rantau kerinduan akan orang tua itulah yang menyebabkan kita harus menyiapkan kantong air mata yang lebih…
    terus mengenai ceritanya memang ada beberapa yang gak nyambung… namun tetap syarat akan hikmah…
    intinya gak semua bahan tulisan cocok buat kita… tapi cari yang sesuai … dan ambil himah di dalamnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s