Sajak Kematian…. (tuk yg sdg berduka)

Kami akan datang sebentar lagi

Menerobos celah pintu

Memelukmu dan berkata:

kematian itu tumbuh bersama

detak jantung

bersama penyair yang membaca sajak

bersama reporter TV, penyiar radio,

serdadu, kiai, santri dan topeng-topeng

Kami akan memelukmu dari balik pintu

Lalu berjanji datang kenegeri ngeri, kenegeri sunyi

Kami akan datang sepanjang waktu

Menerobos celah pintu dan memelukmu

Dengar kami berbisik:

kematian itu rindu batang tubuh

rindu cairan air mata

rindu cinta kepasrahan

Dengar kami mengerang:

kematian itu membelit ruh, menarik jiwa

mengacak-acak keyakinan

membuang semu rahsia

mencabik kulit, memotong tulang

Kami berjanji akan datang kecelah pintu

Menjemputmu, membawamu pada keabadian

Merantaimu, menghalaumu dari kefanaan []

 

min: sabili 2000an

10 comments

  1. assalamualaikum….

    pendapat ana…sajak ini sememangnya bagus untuk dihayati oleh para remaja yang semakin hari kita lihat mereka semakin jauh dengan islam…
    semoga kita dapat menginsafi diatas semua perbuatan kita…

    Para sahabat Rasulullah sentiasa mengingati mati…disebabkan itulah mereka sentiasa meningkatkan amal ibadat mereka dari sehari ke sahari dan seterusnya menjadi mukmin yang bertakwa…

    wallahuaklam

  2. “Datanglah duhai maut
    Cabut nyawaku sekarang juga!
    Kemaksiatan dan dosa telah sempurna membalut raga
    Cabut segera!
    Sebelum hati di kuasai Iblis yang dilaknat”

  3. assalamu’alaykum warahmatullahiwabarakatuh
    (ga kalah kali ini..hmmm)

    yang punya blog mungkin ga “dong” ato ga “paham” komentar yg ditulis oleh juang dan anton, kalo betul analisis (hiperbola) saya, merek aorang Jawa atau nulis pake bahasa Jawa yg artinya (saya translate-kan dg ikhlas) :
    juang : tulisane kurang gedi mas, wong tuwo ora bisa maca = tulisannya kurang besar mas, orang tua (lansia mungkin) tidak bisa membacanya..jd maksudnya fontnya di-besar-kan biar yang dah “tua” tep bisa ngeliat gitu
    anton : medyeni = medeni = menakutkan = mengerikan

    mohon maaf jk yg bersangkutan tidak saya mintai izin utl men-translate-kan tp mgkin yg pnya blog ga ngasih comment balik krena ga paham artinya tp malu (gengsi) buat mengakui..he he..peace..afwan

    comment saya : tidak hanya utk yg berduka, mungkin, tp tuk kita semua yg masih bisa membaca pesan ini, tentunya, semoga siap dan khusnul khotimah, qt semua,
    amin

  4. oya, karena belum saya tutup dg salam, baru saja membaca artikel di eramuslim, menyiapkan kematian, ini dia yang tak kalah pentingnya, sudahkah terencanakan?

    wassalamu’alaykum warahmatullahiwabarakatuhu

  5. @Anton
    Medyeni??😕

    @safina
    Paham kok, Kan mirip sama bahasa indoesia. Jd nggak mngkn nggak ngerti. hh..😀
    Btul, sajak ini bukan untuk yang berduka saja,tapi u smua. Tp, dlu ini didedikasihkan untuk teman yang lagi berduka, waktu itu. 2 Tahun lalu.
    Yup, menyiapkan dan merencanakan juga tak kalah penting..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s