“Marantau di balakang dapua?!”


Apa yang terbersit dibenak anda ketika membaca judul ini? Lucu, penasaran atau barangkali bolehjadi percampuran diantara keduanya? Kata ini saya dapatkan dari seorang saudara saya yang sedang melanjutkan pendidikan dikota Padang. Dia membahasakan kuliah dikota Padang dengan kata tersebut, Entah apa maksudnya. Tapi yang jelas kata ini terlontar ketika kami sedang berbicara tentang perbedaan kuliah dikampung (baca: SumBar) dengan yang “Marantau” (Luar SumBar). Perbincangan kami mengenai komparasi antara keduanya. Yah biasalah, dimulai dengan suka dukanya kuliah dikampung dan kuliah dirantau.

Biasalah, peribahasa “Rumput tetangga selalu hijau ” mungkin sangat tepat untuk membahasakan perbincangan kami. Saudara saya tersebut mengatakan enak kuliah diluar kota, dan sebaliknya saya, mengatakan enak kuliah dikampung. “Marantau dibalakang dapua” akhirnya baru saya pahami jauh hari setelah perbincangan kami. Menurut pendapat saya kalimat tersebut adalah untuk membahasakan tentang fenomena kuliah dikampung. Yah… Seperti merantau dibelakang dapur, habis bekal tinggal ambil didapur. Simple present tense khan??hehe.. itulah mungkin yang dimaksudkan oleh saudara saya tersebut.

Namun saya berpendapat, ada kelebihan dan kekurangan diantara keduanya. Makanya saya tidak pernah mengatakan dan paling tidak suka kalau ada orang yang mengatakan lebih baik salah satu diantara keduanya. Kalaupun nantinya ada yang kuliah dikampung (Padang), saya memandang ada kelebihan yang tidak akan dimiliki oleh orang yang kuliah dilular daerah. Dan itu tidak sedikit. Pertama, mengenai peluang untuk ber”Birrul Walidayn” tentunya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang kuliah diluar Sumbar, Jawa misalnya. Kedua, ketika ada keperluan mendadak misalnya, atau kalau ada “apa2” tak perlu berpikir panjang untuk pulang “kerumah” (sengaja saya bahasakan dengan pulang kerumah, karena “pulang kampung” bahasa untuk yang dari luar Sumbar) tanpa harus berpikir masalah financial, waktu dan pertimbangan yang lain dan banyak lagi kebaikan yang tidak akan dimilki oleh orang2 yang kuliah “Marantau”

Kalau bercerita tentang enaknya kuliah “Marantau”, maka saya akan memposisikan diri saya sebagai pribadi yang menjalaninya. Suatu saat ada yang bertanya tentang enaknya kuliah dirantau pada saya. Saya katakan, bedanya kuliah dirantau dengan diPadang enggak banyak. Kalau dirantau, mahasiswa Minangnya lebih kompak. Hehe.. Mau bukti?? Nih.. Kalau di Padang,lebih menonjolkan kedaerahan, sedangkan di rantau Mahasiswa Minang bersatu. Compax bgt gt lho…Paham khan?? Maksudnya begini, kalau diPadang nggak ada yang namanya Perkumpulan mahasiswa Minang. Yang ada perkumpulan mahasiswa Jawa, Batak, dll. Ataupun kalau ada, itupun mungkin dengan menonjolkan kedaerahan. Ikatan mahasiswa Pasaman, Pariaman, “Pikumbuah”, Pangkalan, Suliki, Taeh..Eee.. sorry… Seperti gak kompak gtu..hehe.. Ngeyel dikit neeh.. Selanjutnya, kalau di “rantau” mudah nyari kedai nasi Padang. Sementara Kalau di Padang, payah kali bah.. Iya khan?? Hehe..

Terakhir, pernah juga ada yang bertanya mengapa saya kuliah diluar kota? Saya menjawab simpel. Saya katakan bahwa sesungguhnya saya tahu kalau “PULANG KAMPUNG ITU INDAH”. Makanya saya kuliah jauh dari kampung biar semakin merasakan indahnya pulang kampung. .[]

NB : Tulisan ini terkhusus untuk adik2 07 yang mo kuliah (ada nggak ya anak2 07 yang ngebaca??). Kuliahlah, dan pilihlah tempat kuliah yang anda sukai. Mau “marantau Sabananyo”, ataupun “marantau dibalakang Dapua”, terserah.. Yang jelas, pada keduanya ada kebaikan. Dan u kwn2, saya paling tidak suka kalau ada orang yang mengatakan lebih baik salah satu diantara keduanya. So, jangan katakan lagi perkataan itu pada saya. U Adek..”Pulang Kampung itu Indah, Tunggu wak pulang kampuang sabanta lai Yoo..” Hehe.. Ndak nyambuang khan??.Wassalam

3 comments

  1. “sesungguhnya Allah telah memberi dari orang2 mukmin, jiwa dan harta mereka . Dengan menjadi surga sebagai gantinya…..”

  2. ‘bukak friendster, ta patiak nan sighah di. Aaa lah. tibo nyo di siko. Yo..lah. Diisi lo komentarnyo. Komentarnyo : no commnet.
    No comment itu kan komentar. lah.
    Just info : Di padang sudah ada rumah makan masakan padang. lokasi di Jalan Khatib Sulaiman, dekat jembatan menjelang GOR Agus Salim Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s