Archive for the ‘Tatsqif’ Category

  Ayat tersebut menjadi ayat yang istimewa dalam Al Qur’an, setidaknya bagi saya pribadi. Sepengetahuan saya, menjadi satu-satunya ayat yang didalamnya terdapat semua huruf hijaiyyah. Ya, semuanya. Dari alif sampai ya. Runutlah dan rincilah dengan teliti. Jangan-jangan kekeliruan saya dan beberapa orang yang juga mengatakan begitu membuatnya salah. Tapi saya tidak akan membahas tentang struktur [...]

Setiap kali Ramadhan agan datang, bertubi-tubilah sms2 masuk kehape kita masing-masing. Tentu tentang Ramadhan pastinya. Tentang keutamaan, tentang maaf-maafanan, motifasi, dan semua-muanya tetek bengek Ramadhan. Semuanya ditumpahkan dengan berbagai cara dan beragam tingkat keseriusan, melalui guyonan dan candaan, pantun-pantun keprofesian sesuai dengan profesi pengirim yang –maaf- kadang terlalu dipaksa-paksakan, atau bahkan dengan sedikit kesan serius [...]

Bisa jadi kehilangan adalah cara Allah untuk menyelamatkan kita dari keburukan-keburukan yang kemudian akan hadir karena kita bersamanya. Kehilangan orang yang dicintai mungkin, harta yang dicari, perniagaan yang digeluti, benda yang susah payah memperolehnya. Atau apa-apa yang kita masih mencintainya… Atau bisa jadi, kehilangan juga adalah cara Allah unutk semakin mengokohkan tekad kita, bahwa kelak [...]

Aib-aib Kita…

Posted: January 2, 2011 in catatan galau, Renungan, Tatsqif

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada… [...]

Kenapa Mim dan Ba?!!

Posted: August 20, 2010 in Khazanah, Renungan, Tatsqif

Kenapa mim dan ba? Ada apa dengan nya? Karena ia adalah dua huruf hijaiyah yang punya sifat sama. Keluar hurufnya dengan merapatkan kedua bibir kita. Hanya dua huruf ini yang keluar pada posisi tersebut. Merapatkan kedua bibir kita. Sekali lagi, merapatkan kedua bibir kita. Ya ya ya. Merapatkan kedua bibir kita. Mim dan Ba kali [...]

Ini adalah cerita tentang maqam –tempat/tingkatan-. Tentang akses seseorang kepada tuhannya. Semua memanggilnya Kiyai. Tapi aku menyimpelkan namanya dengan dukun. Ini adalah tentang keistimewaannya bagi semua orang yang memanggilnya Kiyai. Tapi bagiku, ini adalah kegoblokannya menjadi dukun. Sebut saja namanya Dukun Ansor. Walaupun semua memanggilnya dengan Kiyai, bagiku agak janggal kalau dipanggil kiyai. Sangat janggal [...]

Do’a-do’a Kita..

Posted: February 8, 2010 in Carito Medan, Renungan, Tatsqif

Do’a-do’a kita, tentunya beda satu sama lain. Tergantung keperluan. Tergantung kebutuhan. Dan pastinya tergantung kepentingan. Beda kepala, tentu beda harapan. Beda profesi, beda impian. Hmm, tukang sate, tukang cendol, tentu beda harapan. Tentu beda keinginan. Tukang sate, mungkin menginginkan cuaca agak sedikit dingin, tukang cendol minta panas terik.. Tukang payung, kadang hitam putih doanya dengan [...]

Gelisah

Posted: January 29, 2010 in Khazanah, Renungan, Tatsqif

Andai yang memegang kebijakan adalah ‘Utsman ibn ‘Affan dan yang mengkritiknya adalah Abu Dzarr Al Ghiffari kitapun masih berhak untuk khawatir maka jika mereka bukanlah keduanya perasaan apalagi yang tersisa? ya Allah, izinkan kami untuk gelisah jika itulah yang bermanfaat maka buatlah kami berhenti di titik itu di situ saja dengan mengesakanMu dalam harap kerana [...]

Setelah lama tak berjumpa Medan, sebuah dialog ringan menjadi pembuka Medan. Terminal amplas, –yang terkenal angker– tak sia sia menjadi latar pembicaraan kami. Karena ini dialog peradaban orang-orang beradab, tentang orang-orang yang seharusnya beradab.. [hehe, barekna baso e yeh]. “kudengar kata ini dari lisannya” Legam, hitam, kesat seperti amplas. Awalnya, aku beranggapan ia pengamen. Namun, [...]

Bagaimana kabar tarawehmu kawan? Tidak adakah cerita yang bisa kau bagi? . Apa yang bisa kudengar tentang tarawehmu? Atau mungkin bisa juga jadi taraweh kita? Hmm, satu yang penceramah bulan ramadhan tidak pernah lupa katakan saya rasa adalah, bahwa satu kemajuan diantara sekian banyak kemunduran yang ada dalam tubuh umat Islam, disetiap tahunnya adalah masalah [...]