Blogger sejagad raya, pada sibuk mengerjakan PR. Dan saya juga kebagian kesibukan itu. Saya membahasakannya dengan MLM PR BLOGGER. Jadi sistemnya ya seperti itu, setelah kita dapat PR, maka PR dengan soal yang sama kita kasih juga ke orang lain. Tujuannya, kalaulah kemudian –dulu- PR itu menjengkelkan, maka kejengkelan itu jangan kita nikmati sendiri, tapi [...]
Archive for the ‘Rihlah’ Category
Kenangan : Photo ini tepat diambil pada 3 tahun yang lalu. yaa, 2008. Pada bulan oktober. Selalu memberikan kenangan tersendiri pada bulan-bulan oktober ini. Terlebih dimulai dari 3 tahun belakangan. Saya merasa bahwa selamanya mungkin akan bisa sekedar jadi komentator saja lagi, apakah itu pada sepakbola, apalagi badminton yang ternyata lebih butuh lutut yang kuat. [...]
Udah mulai rame nih.. Masih H-17.
Postingan yang sudah lama dijanjikan, dan sepertinya ada yang menanti2 postingan ini. Barulah kali ini sempat melunasi janji2 ini. Tentang sebulan yang penuh dengan perjalanan. Bulan2 yang penuh dengan jadwal jalan-jalan yang padat. Ada 3 Danau di 3 kota berbeda, di propinsi berbeda yang kemudian dikunjungi dalam 1 (satu) minggu. Lelah, tentu tidak. Justru jalan-jalan [...]
Tahukah kau nasi panjang? Kenapa jidatmu berkerut? Karena baru pertama mendengarnya kah? Heeh, sebutan dr beberapa saudara saja, yang kemudian mungkin sedang berusaha mempopulerkannya. Nasi panjang, baginya adalah mie instant. Inilah yang kemudian logistik paling dekat dengan manusia dalam segala kondisi, mulai dari bencana sampai pada pesta mewah sekalipun. Betapa hebatnya nasi panjang ini, Kemudian [...]
Sebuah Kisah lama, kisah penuh kenangan mendalam. Ini adalah kisah kami, pada diskusi pasca ujian agama dikala SMA dulu. Salah satu soal yang paling berkesan itu, adalah, tentang juz 30. yaa, juz Amma. Juzz dengan surat terbanyakl. Pertanyaan dalam lembaran soal itu adalah, Berapa jumlah surat pada Juz 30 yang diawali dengan kata Qul (katakan)? [...]
Tak perlu lagi ada kecemasan-kecemasan itu. Karena setiap instalasi takdir, ada penyokong-penyokongnya. Kemudian ia menyambung untaian takdir, menjadi sebuah keindahan. Dan semua itu, adalah Kejutan… *) dokumentasi photo lama, lokasi di Kuala Tanjung (kalau nggak salah), RIAU. Canon Powershot A470. Diambil ketika bus Payakumbuh-Medan yang saya tumpangi mogok. Februari 2010
Hmm, ini bukan catatan “bahkan” yang pertama. Ada yang mendahuluinya… Begitulah, selalu ada yang membicarakan kita, bahkan pada dunia yang kita sudah lama meninggalkannya. Bahkan pada dunia yang mungkin saja kita tak akan tempati lagi. Pun semua orang disini, dinegeri ini. Semua baru begitu merasa kehilangan Mbah Surip ketika ia benar-benar telah hilang, semua begitu [...]
[1] Ust. Fahmi disenggol kereta! Semua terkaget, dan sontak menanyakan sekarang kondisinya gimana. Yang pembawa berita memberikan penjelasan kalau cuma sedikit lecet2 saja. Tak usah dihiraukan katanya. Yang bertanya terheran2, dan semakin tak percaya dari mimiknya dan kemudian berkata, “begitulah orang-orang shaleh, selalu dilindungi Allah. Bahkan ketika diserempet keretapun hanya sedikit lecet2 saja”. Luar biasa! [...]

